Home / Warta

Selasa, 10 Maret 2020 - 16:31 WIB

Menyambut Program Kartanu, Ketua MWC NU Mojoanyar Menyatakan Kesiapannya

Mojoanyar – Kebutuhan yang mendesak untuk memiliki data yang akurat terkait dengan kondisi warga Nahdliyin secepatnya akan terwujudkan. Hal itu akan diwujudkan setelah selesainya program Kartanu. Dengan Kartanu, menurut Gus Taufik, kuantitas warga Nahdliyin akan diketahui dengan pasti,

“Selama ini, kita apabila ditanya jumlah warga Nahdliyin berapa, menjawabnya pasti dikira kirakan. Kita tidak tahu tepatnya berapa. Dengan Kartanu kelak akan diketahui secara riil” tutur Sekerteris PCNU Kab. Mojokerto itu pada sosialisasi di MWC Mojoanyar.

Selain mengetahui jumlah warga Nahdliyin, program Kartanu nanti juga akan mendata seluruh potensi yang dimiliki warga Nahdliyin,

“Dengan program Kartanu nanti, tak sekadar mengetahui jumlah warga Nahdliyin tetapi mengetahui potensi potensi warga Nahdliyin, seperti jumlah petaninya berapa, pengusahanya berapa dan lain sebagainya” lanjutnya.

Baca Juga:  PC. LDNU Kabupaten Mojokerto Gelar Ngaji Ahadan di Desa Kedung Uneng Bangsal

Gus Taufik berharap MWC NU Mojoanyar membantu mensukseskan program Kartanu. Sebab, kata Gus Taufik, Kartanu tidak sekadar urusan dunia, tetapi juga urusannya dengan akherat.

Menyambut Program Kartanu tersebut, Ketua MWC NU Mojoanyar, Saiful Anam S.Ag, M.Pd, menyatakan kesiapannya. Bahkan ia akan mengajak semua lembaga dan banom sebagai kader penggerak untuk mensukseskan program Kartanu.

“Semua lembaga dan banom dan kader penggerap akan digerakkan semua untuk mensukseskan program Kartanu ini. Warga Nahdliyin harus berkartanu semua. Jangan sampai ada warga Mojoanyar yang mengaku NU tapi tidak berkartanu” tegas Ketua MWC Mojoanyar yang juga merupakan Ketua Pergunu itu.

Sementara itu, Tim Kartanu yang diwakili oleh Mas Fathir menyampaikan kepada pengurus MWC NU Mojoanyar yang hadir malam ini (10/20) untuk selalu melakukan koordinasi saat pemotretan dilakukan.

Baca Juga:  Lestarikan Tradisi Pesantren, Ranting NU Japan Raya Gelar Musyawarah Fathul Qorib

” Bapak bapak dan ibu semua harus melakukan koordinasi dengan kami. Sebab kami akan menggerakkan tukang potret ke seluruh ranting. Satu ranting bisa digerakkan satu sampai tiga pemotret. Waktunya akan dimulai pukul 09.00 dan selesainya bisa jadi sampai jam sembilan malam” tukasnya memberi penjelasan.

Lebih lanjut Mas Fathir juga meminta kepada pengurus yang hadir, selain membantu proses pemotretan, juga membantu membagikan formulir. Formulir ini selanjutnya untuk diisi sebagai pendataan keadaan warga Nahdliyin.

“Satu ranting bisa memperoleh seribu formulir. Formulir ini selanjutnya akan diisi oleh warga Nahdliyin sebagai data keadaannya” tukasnya. (Isno)

Share :

Baca Juga

Warta

Ruwah Desa, Kepala Desa Sambiroto Hadirkan KH. Khusein Ilyas

Warta

Evaluasi Program Kerja, PAC GP Ansor Ngoro Gelar Rakerancab ll

Warta

Sambut Ramadhan, Angkring Ijo Gelar Khotmil Qur’an 13 Majelis

Warta

Perdana, Songoan Ansor Puri Dikemas Dalam Acara Buka Bersama

Warta

One Week One Komisariat, PC IPNU IPPNU Kabupaten Mojokerto Sasar Santri PP Al Muhajirin Pungging

Warta

PAC Fatayat NU Pacet Resmi Dilantik

Warta

Ngaji Ahadan di Jetis, Begini Pesan KH. Masrihan Asyari

Warta

Rangkaian Kegiatan Maulud Nabi Muhammad Dan Hari Santri di MWCNU Trowulan