Warta  

Peringati Harganas, PC LKKNU Kab Mojokerto Gelar Seminar

NU Online Mojokerto – Bertempat di Hall Nine Star’s PCNU Kabupaten Mojokerto, Hari ini Sabtu 29 Juni 2024 bertepatan dengan moment Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ke – 31 tahun 2024, Lembaga Kemaslahatan Keluarga PCNU Kabupaten Mojokerto menggelar Seminar dan Pelatihan Pengolahan Limbah Rumah Tangga .

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta perwakilan dari PAC Muslimat NU, PAC Fatayat NU se Kabupaten Mojokerto, kordinator LKKNU Kecamatan juga ada perwakilan dari anggota IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Islam) Kabupaten Mojokerto. Adapun Narasumber yang dihadirkan adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto, Bapak Drs. Zaqqi dan relawan Eco Enzym Indonesia, Bapak H. Abdul Manan Chasbulloh, yang juga menjadi Koordinator LKKNU Kecamatan Ngoro.

Seminar ini digelar selain dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Keluarga Nasional tahun 2024 juga sebagai salah satu wujud keseriusan Lembaga Kemaslahatan Keluarga PCNU Kabupaten Mojokerto dalam mewujudkan kemaslahatan keluarga melalui sisi kemaslahatan lingkungan hidup/alam sekitar.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Nahdlatul Ulama pada Muktamar ke-29 tahun 1994 di Cipasung Jawa Barat telah memutuskan bahwa masalah lingkungan hidup bukan lagi hanya merupakan masalah politis atau ekonomis saja, melainkan juga menjadi masalah teologis (diniyah), mengingat dampak kerusakan lingkungan hidup juga memberi ancaman terhadap kepentingan ritual agama dan kehidupan umat manusia. Karena itu, usaha pelestarian lingkungan hidup harus dipandang dan disikapi sebagai salah satu tuntutan agama yang wajib dipenuhi oleh umat manusia, baik secara individual maupun secara kolektif.
Saat ini, situasi bumi kita berada dalam situasi yang sangat kritis. Iklim bumi memanas, lapisan ozon yang berfungsi untuk mencegah kerusakan akibat radiasi ultraviolet telah rusak, udara, air dan iklim bumi telah tercemar berbagai polutan sedemikian rupa sehingga berbahaya bagi kesehatan.

Diantara sekian banyak penyebab kerusakan lingkungan hidup tersebut adalah limbah/ sampah rumah tangga.
Timbulan sampah dari rumah tangga merupakan penghasil sampah terbesar dibandingkan dengan sumber-sumber sampah lainnya. Dan dari sampah rumah tangga tersebut 57% didominasi oleh sampah organik yang didominasi oleh sampah sisa makanan, kayu, ranting dan daun.

Besarnya prosentase sampah rumah tangga merupakan masalah sekaligus peluang untuk menyelesaikan masalah persampahan dari sumbernya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melibatkan dan mengedukasi para ibu rumah tangga yang bersentuhan langsung dengan sampah rumah tangga.

Ibu rumah tangga sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga menjadi sasaran penting yang harus diedukasi untuk mengatasi persoalan sampah di sumbernya.
Perubahan kultur dan perilaku masyarakat dalam mengelola memperlakukan sampah sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penanganan sampah di tingkat hilir, yaitu berkurang angka timbulan sampah yang dibuang ke TPA.

Perubahan kultur itu dapat dimulai salah satunya lewat peran para ibu rumah tangga, yaitu dengan mulai melakukan perubahan perilaku dengan mengurangi sampah dengan memakai prinsip 3R, dan mulai melakukan penanganan sampah rumah tangga yaitu dengan melakukan proses memilah, mengumpulkan, dan mengolah sampah rumah tangga.

Berdasarkan fenomena tersebut maka Lembaga Kemaslahatan Keluarga PCNU Kabupaten Mojokerto menyelenggarakan kegiatan Seminar dan Pelatihan Pengolahan Limbah Rumah Tangga dengan tema “Memanfaatkan dan Bijak Mengendalikan Sampah/ Limbah Rumah Tangga” , sebagai upaya ikut andil dan aktif memberikan motivasi kepada Masyarakat dan jamaah agar aktif merawat dan menjaga lingkungan hidup demi kelangsungan kehidupan di masa depan.