Mojokerto, NU Online Mojokerto – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Mojokerto kembali menorehkan inovasi di kancah organisasi kepemudaan. Ansor Mojokerto resmi menjadi pionir sekaligus inisiator sistem kaderisasi berbasis digital terintegrasi pertama di Jawa Timur. Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas tantangan zaman serta kebutuhan manajemen organisasi yang lebih transparan, akuntabel, dan modern. Langkah berani ini menuai apresiasi luas karena berhasil mentransformasi pola kaderisasi konvensional menuju era digitalisasi penuh.
Sistem kaderisasi digital pertama di Jawa Timur (melalui laman https://kaderisasiansormojokerto.org) tersebut telah diimplementasikan sepenuhnya pada Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirosah Ula di PAC GP Ansor Kecamatan Ngoro, 1–3 Mei 2026. Sebanyak 90 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusiasme tinggi. Penggunaan teknologi dalam setiap tahapan pelatihan terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan kedisiplinan organisasi secara signifikan.
Sistem yang dikembangkan PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto ini mencakup seluruh tahapan kaderisasi agar setiap proses tercatat secara akurat dan real-time. Beberapa fitur unggulannya antara lain:
-
Absensi Digital Berbasis Barcode: Menghilangkan celah manipulasi kehadiran. Peserta wajib memindai barcode yang terintegrasi langsung dengan basis data panitia.
-
Screening Berbasis Digital: Memudahkan proses seleksi dan verifikasi berkas serta profil calon kader secara daring.
-
Administrasi dan Observasi Elektronik: Membantu tim instruktur memantau perkembangan perilaku dan kedisiplinan peserta selama pelatihan tanpa tumpukan kertas.
-
Pre-test dan Post-test Online: Mengukur daya serap materi secara instan melalui ujian digital.
-
Penilaian Narasumber: Memberikan ruang bagi peserta untuk mengevaluasi kualitas penyampaian materi guna menjaga standar mutu pelatihan.
Langkah ini bertujuan meningkatkan akuntabilitas data kaderisasi di lingkungan GP Ansor Kabupaten Mojokerto sekaligus memastikan setiap anggota memiliki rekam jejak pelatihan yang jelas.
“Sistem ini lahir dari inspirasi Kaderisasi PW GP Ansor Jawa Timur yang kami kaji dan kembangkan agar lebih kompleks. Semuanya terintegrasi dalam satu kesatuan, mulai dari presensi, screening, observasi, ujian, hingga pencetakan sertifikat. Jadi, tidak ada lagi duplikasi maupun manipulasi data,” terang Moh Shofiyuddin, instruktur GP Ansor.
Melalui keberhasilan ini, PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto kini menjadi barometer bagi pimpinan cabang lain di Jawa Timur dalam tata kelola organisasi berbasis teknologi. Hal ini membuktikan bahwa Ansor tidak hanya kuat dalam menjaga tradisi dan nilai kebangsaan, tetapi juga adaptif dan lincah menguasai teknologi informasi.
Kontribusi Nyata untuk Jawa Timur
Konsistensi PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto dalam mencetak kader militan kian tak terbendung. Data statistik menunjukkan bahwa Ansor Mojokerto menjadi kontributor utama kaderisasi di tingkat wilayah. Hampir 20% dari total capaian kaderisasi PW GP Ansor Jawa Timur merupakan kontribusi nyata dari Bumi Majapahit ini.
Tren kaderisasi Ansor Mojokerto menunjukkan grafik positif setiap tahunnya:
-
2022: 309 kader
-
2023: 553 kader
-
2024: 752 kader
-
2025: 367 kader
-
2026: 167 kader (berjalan)
-
Total (2022–2026): 2.148 kader.
“Pencapaian fantastis ini bukan kebetulan, melainkan buah sinergi antara Tim Kaderisasi PW GP Ansor Jawa Timur dan kerja keras seluruh jajaran PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto hingga akar rumput. Melalui e-administrasi ini, kami membangun sistem navigasi agar perkembangan kader, kualitas narasumber, hingga validitas data terpantau dalam satu kendali digital,” pungkas Ali Rohmad, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi.
Penulis : Nuruddin
Editor. : Moch Taufiq Zulmanarif












