Amanah dan Khidmah: Wajah Baru MWC NU Bangsal Periode 2026–2031

Bangsal, Mojokerto NU Online – Kantor MWC NU Bangsal Mojokerto menjadi saksi bisu berlanjutnya estafet kepemimpinan organisasi pada Minggu, 19 April 2026. Mulai pukul 07.00 WIB, jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Bangsal periode 2026–2031 resmi memulai masa bakti mereka untuk mengabdi kepada umat dan jam’iyah.

Sederet tokoh ulama seperti KH. Islahuddin dan Kiai Hisam, serta perwakilan Forkopimcam Kecamatan Bangsal turut menyaksikan prosesi ini. Kehadiran para masyayikh dan pejabat setempat membawa harapan besar agar doa, nasihat, dan keberkahan mengiringi langkah kepengurusan baru dalam mengemban amanah.

Pada momen sakral tersebut, Kiai Washiluddin resmi memangku jabatan sebagai Rais Syuriah, sementara Kiai Maschur Fadli menakhodai organisasi sebagai Ketua Tanfidziyah. Kiai Maschur Fadli langsung menyentuh hati hadirin saat mengawali sambutan perdananya dengan kalimat, “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.” Ucapan ini mencerminkan sikap tawadhu’, kesadaran mendalam akan beratnya tanggung jawab, serta bentuk penyerahan diri total kepada Allah SWT.

Baca Juga:  Khotmil Qur'an Meriahkan Pelantikan PR IPNU IPPNU Jetis

Melalui tema “Bergerak Bersama dalam Khidmah untuk NU yang Mandiri dan Bermartabat,” kepengurusan ini bertekad memperkuat soliditas organisasi. Mereka berkomitmen meningkatkan pelayanan keagamaan dan mendorong kemajuan masyarakat berdasarkan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Pelantikan ini menegaskan kembali bahwa amanah bukanlah sekadar kedudukan, melainkan tanggung jawab besar. Selaras dengan AD/ART dan Peraturan Perkumpulan NU, setiap pengurus wajib menjaga disiplin organisasi, menaati keputusan jam’iyah, serta mengutamakan kemaslahatan umat di atas kepentingan pribadi.

Semangat ini berakar pada sabda Rasulullah SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Hadits ini menjadi pengingat bahwa kepengurusan NU harus memberi manfaat nyata, bukan sekadar menjalankan peran seremonial. Apalagi, setiap pemimpin kelak akan mempertanggungjawabkan kepemimpinannya, baik di hadapan warga maupun di hadapan Allah SWT.

Generasi NU hari ini juga memetik pelajaran berharga dari para muassis. Hadratussyaikh Mbah Hasyim Asy’ari mengajarkan pentingnya persatuan dan keikhlasan, sedangkan Mbah Wahab Hasbullah meneladani kecerdasan serta keberanian dalam berdakwah. Kekuatan jam’iyah sejatinya terletak pada ilmu, akhlak, ukhuwah, dan kesungguhan berkhidmah tanpa pamrih.

Baca Juga:  Selain Pengajian Rutin, MWCNU Mojosari Juga Gelar Khotmil Quran Hingga Pengobatan Gratis

Kini, para pengurus yang telah dilantik memikul tugas sebagai pelayan umat, perekat masyarakat, sekaligus penjaga marwah organisasi. Meski jabatan memiliki batas waktu, pengabdian yang tulus akan abadi sebagai amal jariyah yang terus dikenang.

Kontributor: LTN MWCNU Bangsal

Editor          : Moch Taufiq Zulmanarif