Panji Bendera NU Tiba Di MWC NU Kecamatan Kemlagi Ditengah Guyuran Hujan

Panji Bendera NU Tiba Di MWC NU Kecamatan Kemlagi Ditengah Guyuran Hujan

NU Online Mojokerto – Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional dapat dimaknai setidaknya dengan dua hal. Pertama sebagai bentuk rekognisi pemerintah terhadap peran dan kiprah kaum sarungan dalam memperjuangkan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kedua sebagai pengingat pada para santri, bahwa kiprah mereka untuk turut andil dalam menyelesaikan problem-problem kemasyarakatan sangat dibutuhkan.

Sebagai upaya untuk memperingati Hari Santri Nasional 2021 dan melanjutkan Resolusi Jihad, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur mengadakan berbagai rangkaian acara, salah satunya adalah kirab panji Nahdlatul Ulama.

Panji-panji Nahdlatul Ulama sampai di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kemlagi pada Kamis (04/11) sebagai tempat tujuan kedua setelah singgah di MWCNU Kecamatan Dawarblandong.

Sebanyak 100 orang dari berbagai banom Nahdlatul Ulama Kecamatan Dawarblandong menyerahkan bendera panji Nahdlatul Ulama kepada Pengurus MWCNU Kecamatan Kemlagi untuk melanjutkan perjalanan dan mengibarkan panji Nahdlatul Ulama di wilayah Kemlagi.

“Saya mewakili Pengurus MWCNU Kecamatan Kemlagi mengucapkan selamat datang untuk sahabat-sahabat dari MWCNU Kecamatan Dawarblandong yang sore hari ini membawa panji-panji Nahdlatul Ulama. Meskipun harus basah kuyup karena diguyur derasnya hujan, kobaran api semangat tetap menyala,” ucap H. M Arif, Ketua MWCNU Kecamatan Kemlagi pada sambutannya.

Setiba di Kantor MWCNU Kecamatan Kemlagi, pembawa panji dari MWCNU Kecamatan Dawarblandong dalam keadaan basah kuyup karena cuaca yang kurang bersahabat. Namun, terlihat dalam wajah mereka bahwa rasa semangat untuk melanjutkan estafet kibaran panji Nahdlatul Ulama tak luntur.

“Kami menerima panji suci Nahdlatul Ulama ini dan akan kami kibarkan mengelilingi seluruh wilayah Kemlagi. Ini juga sebagai langkah syiar Ahlussunah Wal Jamaah An-Nahdliyah agar masyarakat tidak terprovokasi dengan golongan radikal dan tetap menjadi santrinya KH Hasyim Asy’ari,” pungkasnya.

Pewarta : Tegar