Home / Bahtsul masail

Sabtu, 9 Juli 2022 - 00:45 WIB

Hukum Pujian Dengan Takbiran

Assalamualaikum

Gus, sering saya mendengar saat idul fithri maupun idul adha, baik masjid atau mushalla pujian sebelum shalat menggunakan takbiran. Jika idul Adha, bahkan dilakukan sampai berakhirnya hari tasyriq. Ada tokoh di tempat saya yang melarang ini. Batin saya, lho … Kok dilarang ! . Mohon penjelasannya gus. {Muntoro, Jombang}

Jawab :

Waalaikumsalam Wr. Wb.
Kang Muntoro, yang terhomat. Kitab Fath al-Qarib menerangkan tentang hal ini. Takbir dibagi menjadi 2, yaitu :

1. Takbir Mursal ; Takbir yang dilantunkan secara bebas, tidak dibatasi dengan waktu dan tempat. Waktu takbir jenis ini adalah mulai ghurub al-syamsy (terbenamnya matahari) hari raya (1 Syawal / 10 Dzulhijjah) sampai dengan dilaksanakannya shalat hari raya. Bisa dipahami bahwa mulai maghrib malam hari raya sampai dengan shalat hari raya dilaksanakan, seseorang boleh takbiran dimana saja, boleh digunakan sebagai pujian sebelum shalat. Sehingga takbiran boleh digunakan sebagai pujian shalat itu hanya boleh saat maghrib, isya’ dan shubuh pada hari H hari raya. Untuk selanjutnya tidak boleh.

Baca Juga:  Cara Menqadla' Puasa Tahun Lalu Yang Belum di Qadla'

2. Takbir Muqayaad ; Takbir yang dilantunkan hanya saat setelah selesai shalat maktubah (5 waktu) baik shalat sendiri atau berjamaah. Waktunya pada idul Fithri adalah mulai terbenamnya matahari sampai dilaksanakannya shalat idul fithri. Jadi hanya shalat Maghrib, Isya, dan Shubuh. Setelah itu tidak lagi tidak disunnahkan membaca takbir selesai shalat. Sedangkan pada idul adha takbir jenis ini berlangsung selama 4 hari, yakni 10 – 13 dzulhijjah.

Baca Juga:  Perdebatan Hukum Dan Status Puasa Rajab

Dari paparan ini, maka sudah benar apa yang sudah dilakukan oleh tokoh di tempat anda tinggal tersebut. Tidak hanya di tempat anda saja, di tempat kami pun terjadi seperti apa yang anda tanyakan. Permasalahan ini memang termasuk daqiq (tidak dipahami banyak orang). Sehingga kewajiban kita bersama untuk meluruskan hal ini.Ingat, perbedaan tentang takbir mursal dan muqayyad. Pahami dengan seksama dan ingatkan pada yang belum paham tentang hal ini.

Demikian, semoga bisa dipahami keterangan tersebut, Wallohua’lam bish-showab.

Share :

Baca Juga

Bahtsul masail

Batasan Syahwat Menyentuh Wanita Yang Membatalkan Dan Tidak

Bahtsul masail

Gosok Gigi Di Siang Hari, Batalkah Puasanya?

Bahtsul masail

Hukum Mencicipi Makanan Saat Puasa, Apakah Batal?

Bahtsul masail

Bila Seorang Perempuan Mengeluarkan Mani, Batalkah Wudlunya?

Bahtsul masail

LBM NU Sooko Gelar Musyawarah Fatkhul Qorib, Begini Hasilnya

Bahtsul masail

Cara Menqadla’ Puasa Tahun Lalu Yang Belum di Qadla’

Bahtsul masail

Hukum Memaksa Menutup Warung Selama Bulan Puasa

Bahtsul masail

Bahtsul Masail Jadi Perawat Otoritas Keilmuan Ulama