Study Tour PC Lazisnu, KH. Maruf Islamuddin, “NU itu Harus Mandiri”

Study Tour PC Lazisnu, KH. Maruf Islamuddin, “NU itu Harus Mandiri”

NU Online Mojokerto — Untuk lebih meningkatkan kompetensi dalam mengelola Infak dan sedekah, PC LAZISNU Kabupaten Mojokerto melakukan study tour ke PC LAZISNU Kabupaten Sragen Jawa Tengah,  sabtu (20/11/2021). Study tour diikuti oleh pengurus dan perwakilan UPZIS MWC NU se-Kabupaten Mojokerto yang berjumlah 61 peserta.

Menjelang subuh, peserta sudah banyak berdatangan. Saat adzan berkumandang, peserta melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid AR’RAUDLOH EL MUTTAQIEN PC NU Mojokerto.

Usai sholat subuh, panitia melakukan pengecekan kepada peserta. Setelah dirasa semua telah hadir, tepat pukul 05:30 wib, bus berangkat menuju Kabupaten Sragen.

Perjalanan membutuhkan waktu tiga jam setengah. Pukul 09.00 WIB, rombongan tiba  di Pondok Pesantren Wali Songo. Di Pondok Wali Songo tersebut, Rombongan PC. Lazisnu Kabupaten Mojokerto ditempatkan di Aula pendopo PP Wali Songo. Tidak menunggu lama, acara sambutan pun dimulai oleh pembawa acara.

Ketua PC LAZISNU Kabupaten Mojokerto, H. M Rofiuddin S.Ag, yang diberi waktu pertama untuk sambutan menyampaikan terima kasihnya atas sambutan dari PC Lazisnu Kabupaten Sragen yang telah bersedia menerima rombongan dari Mojokerto untuk belajar mengelola dana infak dan shodaqoh dengan baik dan profesional.

Selanjutnya, KH. Maruf Islamuddin, pengasuh pondok pesantren Wali Songo sekaligus Ketua PC NU Kabupaten Sragen itu menyampaikan awal mula gerakan Lazisnu di Sragen.

KH. Maruf Islamuddin menjelaskan bahwa dahulu, setiap program kegiatan NU selalu terkendala dana. Sehingga program program ke-NU-an banyak terbengkelai, tidak terlaksana dengan baik. Karenanya, KH. Maruf Islamuddin mencari cara agar persoalan itu bisa terselesaikan.

Pada tahun 2017,  KH. Maruf Islamuddin mempunyai inisiatif mencari dana dengan cara yang mudah dan tidak membebani warga Nahdliyin. Maka kemudian muncul ide untuk membuat kotak infaq NU yang di bagikan dan diletakan di rumah rumah warga NU.

“Kalau pada umumnya kotak infaq itu besar diisi orang banyak tapi hasilnya sedikit, tapi kali ini beda karena kotaknya kecil dengan jumlah banyak dan akhirnya hasilnya besar dengan memberikan kode sebagai identitas pemegang dan jumlah kotak infaq” terang KH. Maruf Islamuddin.

Untuk saat ini, masih kata KH. Maruf Islamudin, perolehan kotak infaq (koin) NU di Kecamatan Karang Malang Sragen rata rata tiap bulan 40 juta dan dalam 5 tahun ini sudah beli tanah seharga 1.3 milyar dan total bangunan 700 juta total perolehan sekitar 2 milyar.

“Dengan koin NU supaya NU bisa mandiri karena selama ini NU sering sekali bila membuat kegiatan atau progam selalu membuat proposal minta sumbangan dan mulai adanya koin NU semua kegiatan dan progam sudah bisa di kondisikan dengan koin NU, dari NU untuk NU” terang Kiai yang juga penceramah keliling ke berbagai daerah tersebut.

Selesai pemaparan dan dialog, acara ditutup dengan doa oleh, H. KHAFID BUSYRI, Wakil Sekertaris PCNU Kabupaten Mojokerto. (Dikin)