Talkshow ‘Perspektif Keberhasilan Rukyat Dengan Tanpa Citra Hilal, Apakah Mungkin?’ LFNU Mojokerto Hadirkan Gus Inwanuddin Pakar Rukyat dan Gus Milal Pembanding Fikih

Trowulan, NU Online Mojokerto – Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Falakiyah NU Kabupaten Mojokerto mengadakan Talkshow yang membahas ‘Apakah Tanpa Bukti Citra Hilal Kesaksian Orang Yang Bisa Melihat, Hilal Bisa Diterima Oleh Hakim?’. Kegiatan diselenggarakan di Aula Pondok Pesantren Segoro Agung Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Ahad (6/3) siang.

Acara diikuti oleh 120 orang dari seluruh Indonesia, 98 hadir secara langsung di lokasi kegiatan, dan 12 orang lainnya secara daring melalui zoom meeting.

Acara ini di moderatori langsung oleh Ketua LFNU Kabupaten Mojokerto, Gus Syamsul Ma’arif dengan pemateri utama Gus Inwanuddin dari Gresik dan Gus Ahsanul Milal Pengasuh Pondok Pesantren Husnul Hidayah.

Kedua pemateri tersebut menyampaikan pemahaman mengenai rukyatul hilal dengan prespektif keilmuan masing-masing. Gus Inwanuddin menyampaikan kiat-kiat keberhasilan rukyat dengan keilmuan dan wawasannya, kemudian dipadukan dengan kajian fikih islam mengenai rukyat oleh Gus Milal.

Talkshow ini sangat menarik, acara dimulai pukul 11.30 ini berakhir pukul 13.00 dengan kondusif dan komunikatif.

Gus Inwanuddin selaku pakar rukyat memaparkan bahwasanya dirinya pernah melihat hilal pada ketinggian dibawah 2 derajat walaupun waktunya sebelum ghurub. Menurut mabims waktu itu ketetapan imkanurukyat sebesar 2 derajat elongasi 4 dan umur 8, sedangkan beliau bisa melihat di bawah imkan.

Gus Milal menyatakan bahwa ada tidaknya citra hilal dalam perspektif fikih tidak berpengaruh terhadap diterimanya penyaksian ru’yatul hilal. Mengenai imkan (visibilitas) yang ditetapkan MABIMS beliau mempertanyakan landasan teorinya, karena dalam fikih, hal – hal yang tidak ada batasan tertentu dalam syariat dikembalikan ke urf (kebiasaan) dan ternyata hilal diatas 2 derajat sudah sering terlihat.

Talkshow ini banyak sekali mengupas aturan mabis baru yang menggunakan imkan sebesar 3 derajat dan tentunya akan menjadi polemik baru sekaligus tantangan bagi para pakar falak hisab rukyat di nusantara ini.

Kontributor: Khakim A.

Related Posts

NU Online Mojokerto