Sarasehan PAC Fatayat NU Dawarblandong Isi Dengan Materi Keaswajaan

Dawarblandong, NU Online Mojokerto

Pimpinan Anak Cabang  Fatayat NU Kecamatan Dawarblandong mengadakan Kegiatan Sarasehan yang bertempat di Villa Allib Pacet, Mojokerto, pada Sabtu-Ahad (26-27/2).

Kegiatan sarasehan ini, diisi dengan Materi Aswaja oleh Gus Nur Rohmad, S.Ag., M.Pd.I. selaku Ketua Yayasan Syahamah Jawa Timur dan Pengurus Aswaja NU Center (Asnuter) PWNU Jawa Timur, sekaligus Katib Syuriah MWCNU Dawarblandong.

Materi pertama ini dilaksanakan usai  pembukaan, dipandu oleh sahabat Azizah, S.Pd.I., selaku sekretaris panitia kegiatan.

Gus Nur Rohmad, menjelaskan hadist tentang Aswaja, yang biasa kita dengar yaitu

… وتفترقُ أمَّتي على ثلاثٍ وسبعينَ ملَّةً ، كلُّهم في النَّارِ إلَّا ملَّةً واحِدةً ، قالوا : مَن هيَ يا رسولَ اللَّهِ ؟ قالَ : ما أَنا علَيهِ وأَصحابي

Hadist diatas menjelaskan tentang terpecahnya umat menjadi 73 golongan, dan semuanya berhak masuk neraka, kecuali satu. Riwayat perihal satu yang berhak masuk surga adalah Al jamaah, yang kedua assawadul a’dhom, yang ketiga Ma ana’alaihi wa ash habi.

Kemudian, beliau mendefinisikan arti aswaja secara bahasa, diperoleh pengertian seperti berikut,

Ahlu, adalah keluarga atau pengikut. As Sunnah berarti Jalan/ajaran yang ditempuh oleh Nabi Muhammad dan para Sahabat. Sedangkan Al jamaah : Mayoritas ummat Nabi Muhammad SAW dan orang-orang yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat.

Jadi, Ahlussunnah wal Jama’ah adalah orang yang mengikuti ajaran Rosulullah, para sahabat serta selalu menjadi kelompok mayoritas di kalangan Ummat Nabi Muhammad SAW.

Siapa penganut ASWAJA secara spesifik? Dirumuskan oleh para Ulama’ sebagai berikut :

1. Dalam hal Aqidah, mengikuti Abu Hasan Al Asy’ari dan Abu Mansur Maturidi

2. Dalam bidang Fiqih, menganut salah satu dari Imam Madzhab 4 ; Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hanbali.

3. Dalam bidang Tasawuf, mengikuti Imam Al Ghozali dan Imam Junaid Al Baghdadi.

Perihal Aqidah, bahwasanya Imam Abu Hasan Al Asy’ari dan Abu Hasan al-Maturidi tidak membuat Aqidah baru, tapi melestarikan Aqidah Rasul Muhammad SAW. dan Para Sahabat.

Ciri Khas Aqidah Aswaja dan NU adalah:

1. Meyakini bahwa Allah SWT. ADA tanpa TEMPAT, ADA tanpa ARAH. (Ijma Ulama’ Ahlussunnah, Ijma’ Ulama NU).

2. Meyakini Allah SWT. menciptakan segala sesuatu dan menakdirkan segala sesuatu (tanpa terkecuali).

3. Tidak boleh mengkafirkan pelaku dosa besar, selagi ia tidak menghalalkan dosa besar yang ia lakukan.

Selanjutnya sesi tanya jawab, peserta sangat antusias bertanya perihal masalah ke-Islaman yang terkait dengan Fiqih dan bermadzhab.

Kontributor: Mario

Related Posts

NU Online Mojokerto