Safari Ramadhan dan Gerakan Sosial-Kemasyarakatan: Sebuah Catatan Reflektif

Kutorejo, NU Online Mojokerto – Ramadhan 1443 H yang bertepatan dengan Tahun 2022 M merupakan momentum besar yang harus dimanfaatkan untuk menghidupkan gerakan sosial kemasyarakatan. Salah satu bentuk gerakan sosial kemasyarakatan di bulan ramadhan adalah Silaturrahmi Massal antara Umat, Umara’ dan Ulama yang diwujudkan dalam kegiatan Safari Ramadhan.

 

Silaturrahmi ini penting dikarenakan beberapa alasan, yaitu (1) Membangun hubungan emosional; (2) Membekali masyarakat dengan nasihat-nasihat keagamaan (Nasoihul ad Diniyah); dan (3) Media sosialisasi program sosial kemasyarakatan. Pada dasarnya, masih banyak manfaat pelaksanaan Safari Ramadhan. Namun penulis hanya membatasi kajian ini dengan sudut pandang psikologi, keagamaan, dan tata kelola organisasi.

 

Dalam sudut pandang Psikologi, gerakan Safari Ramadhan ini mampu membangun ikatan emosional antar Umat vs Umat, Umara’ vs Umat, Ulama vs Umat, dan Umara’ vs Ulama’. Ikatan emosional ini memiliki peranan penting di saat kondisi masyarakat yang mudah terombang ambing dengan berbagai macam platform digital di dunia maya. Karena, ikatan emosional ini mampu menjadi benteng umat agar mampu menyaring informasi yang baik dan benar di dunia maya. Kemampuan dalam menyaring informasi perlu dimiliki oleh umat agar tidak mudah terpengaruh kelompok-kelompok radikalis yang berjubah agama. Singkatnya, dengan adanya ikatan emosional antara Umat, Umara dan Ulama, maka akan melahirkan masyarakat yang Nasionalis-Religius.

 

Selain itu, dalam sudut pandang keagamaan, gerakan Safari Ramadhan ini bisa dijadikan wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan nasihat-nasihat keagamaan (Nasoihul ad Diniyah) dari seorang Ulama yang jelas sanad keilmuannya. Dengan kata lain, nasihat keagamaan yang diterima masyarakat akan sejalan dengan ajaran Islam Rahmatal lil Aalamiin karena didapatkan dari seorang Ulama yang tersambung sanad keilmuannya dengan Rasulullah SAW. Dalam konteks ke-Indonesia-an, ajaran Islam semacam ini memiliki peranan yang penting karena akan melahirkan kelompok masyarakat religius yang menjunjung tinggi nilai-nilai Wasathiyah.

 

Terakhir, dalam sudut pandang Tata Kelola Organisasi, gerakan Safari Ramadhan bisa dijadikan wadah sosialisasi program kerja yang bersifat sosial kemasyarakatan, baik yang terkait dengan NU maupun kepemerintahan. Salah satu program kerja NU terkait sosial kemasyarakatan adalah gerakan KOIN NU. Dengan kata lain, melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, NU memiliki kesempatan untuk mem-Boosting gerakannya agar lebih masif dan hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

 

Akhirnya, Gerakan Safari Ramadhan ternyata bukan hanya gerakan keagamaan, namun juga merupakan gerakan Psikologi Massa dan Tata Kelola Organisasi untuk membentuk masyarakat yang Nasionalis-Religius.

 

Kontributor: Hari Prastyo

Related Posts

NU Online Mojokerto