Ranting NU Kweden Kembar Bersama Lazisnu Launching Safari Ramadhan dan Santunan Anak Yatim

Mojoanyar, NU Online Mojokerto – 

Pembukaan Safari Ramadhan 1443H dan Santunan anak yatim diselenggarakan oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdatul Ulama (LAZISNU) beserta ranting NU Desa Kweden Kembar berpusat di Balai Desa Kweden Kembar dengan mengusung tema ‘Untuk mewujudkan ketaqwaan dan rasa empati kita terhadap sesama’, Kamis (21/04/2022) malam.

Kegiatan dibuka oleh ketua ranting NU Kweden Kembar, Ustaz Saifudin dengan pembacaan Al-Quran juz amma hingga selesai. Kegiatan dilanjutkan dengan santunan anak yatim dan dhuafa yang berjumlah 30 orang.

Dalam sambutannya, Ustaz Saifudin menuturkan, bahwa program safari ramadhan ini merupakan program rutin dari tahun ke tahun, berkeliling dari satu musholla ke musholla yang lain di Desa Kweden Kembar dengan dimulai dari malam ke 20 hingga malam terakhir ramadhan serta ditutup dengan takbiran keliling.

“Kami para pengurus ranting NU bersama pemerintah desa serta Ranting Lazisnu Kweden Kembar telah melaksanakan rapat bersama sehingga program rutin ini dapat berjalan dengan baik dari tahun ke tahun. Kegiatan baik ini kita lanjutkan sampai kapanpun, semoga kegiatan ini dapat diridhoi oleh Allah” ucapnya.

Kegiatan ini tidak dapat terlaksana dengan baik tanpa adanya dukungan dari seluruh masyarakat Desa Kweden Kembar. “Untuk itu kami juga berharap adanya bimbingan oleh MWCNU dan bapak camat sehingga kegiatan keagamaan di desa ini dapat terus berjalan,” tambahnya.

Dalam sambutan yang lain, Bapak Camat H Abdul Malik mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari bahaya virus covid19. Saat ini di wilayah Kabupaten Mojokerto masuk level satu, artinya semua kegiatan baik kegiatan keagamaan, pendidikan maupun lainnya dapat dihadiri seratus persen.

“Kami juga berharap kesadaran dari masyarakat untuk mengikuti vaksinasi, baik itu vaksin pertama, kedua, hingga vaksin booster/vaksin ketiga dari anak-anak hingga orang dewasa secara merata. sehingga kita bisa kebal dengan adanya covid19 ini, dan penularannya tidak berisiko tinggi,” ungkapnya.

Di hari 10 terakhir ini, mari kita tingkatkan semangat beribadah untuk menggapai malam malam lailatul qadar, tidak lupa juga untuk berdoa agar puasa, amal ibadah kita dapat diterima oleh Allah, dan semoga kita diberikan kesehatan sehat wal afiat.

Kontributor: Syaiful Alfuad

Editor: Wahyu T. O.

Related Posts

NU Online Mojokerto