Pidato Gus Yahya Ketua Umum PBNU di Puncak Harlah NU ke-96

NU Online Mojokerto – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-99 di Surabaya dan Bangkalan, Jawa Timur. Mengambil tema “Merawat Jagat Membangun Peradaban”, puncak Harlah digelar dua hari Rabu (16/2/2022) dan Kamis (17/2/2022).

 

Rais Aam KH Miftachul Ahyar, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, para kiai sepuh hingga para Ketua Pegurus Wilayah NU (PWNU) se-Indonesia hadir dalam acara tersebut.

 

Puncak Harlah dimulai pada Rabu dengan ziarah ke Makam Muassis (pendiri) NU di Jombang; KH Hasyim Asyari, KH Bisri Syansuri dan KH Wahab Hasbullah. Usai ziarah, para kiai, kemudian pengurus PBNU dan PWNU se Indonesia akan menggelar ramah tamah di Gedung Grahadi Surabaya.

 

Gus Yahya Ketua Umum PBNU dalam pidatonya ketika Harlah NU ke-96 menerangkan bahwa NU Lahir saat kekuatan dunia ingin mematikan Nurullah. Dunia sedang dalam goncangan peradaban dan perang dunia.

 

“Syaikhona Kholil Bangkalan berpesan kepada para santrinya untuk tidak berkecil hati karena Allah selalu menyempurnakan cahayanya. Kemudian pesan tersebut diwujudkan oleh Hadratussyekh Hasyim Asy’ari dengan melahirkan Nahdlatul Ulama. NU adalah penyerta peradaban, Jamaah NU adalah Miskat atau ceruk yang fungsinya untuk meletakkan pelita. Sedangkan Jami’yah NU adalah Misbah yang memberikan penerangan,” terangnya.

 

Misbah atau pelita menerangi Miskat, demikianlah PBNU memberikan terang kepada Jamaah NU. Supaya terangnya terjaga maka diperlukan zujajah, zujajah yang melindungi nyala api tetap terang adalah tatanan organisasi.

 

Terang ini tidak hanya menerangi Jamaah saja, tapi juga menembus terangnya menerangi jagat. Tidak membedakan latar belakang apapun, semua umat manusia merasakan maslahat dari terangnya Nahdlatul Ulama.

 

Untuk itulah NU terbuka untuk semua, membangun peradaban dengan mengajak semua entitas bangkit. Seperti para Muassis dan Masyayikh yang telah mendahului ketika membangun peradaban bernama Indonesia.

 

“Puncak harlah di Bangkalan ini adalah momentum kebangkitan bagi kita semua untuk bersatu, bekerjasama dan melangkah dalam kesetaraan membangun peradaban dunia. Saat ini PBNU telah bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Perikanan, BUMN, Koperasi dan seterusnya untuk membangkitkan gairah kebangsaan sebagai karya peradaban bagi Indonesia dan dunia,” pungkasnya.

Related Posts

NU Online Mojokerto