Persiapan Pembukaan Kantor Kas BMT Mojopahit, 14 MWC Lakukan MOU

Dlanggu, NU Online Mojokerto — Maraknya Pinjaman Online (Pinjol) membuat keperihatinan semua kalangan. Terlebih kemudahan proses pencairan Pinjol membuat banyak yang terjebak dengan sistemnya yang tidak berkeadilan bahkan cenderung kriminal ketika peminjam tidak bisa melunasinya.

 

Sebagaimana diketahui sebelum kelahiran NU, Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Para Pedagang) terlebih dulu terbentuk pada tahun 1918 yang bertujuan meningkatkan kemampuan ekonomi anggotanya. Kesadaran meningkatkan kemampuan kemandirian ekonomi ini untuk menopang dan menfasilitasi kegiatan dakwah. Selain itu hadis “Kemiskinan itu dekat kepada kekufuran,” memberi motivasi untuk keluar dari zona “tangan di bawah” menjadi “tangan di atas.”

 

Untuk itu, PC NU Mojokerto dengan Baitul Ma’al Wa Tamwil (BMT) Nusantara Majapahit mengundang 14 MWC se-Kabupaten Mojokerto untuk penandatanganan MoU sekaligus persiapan pembukaan kantor kas di masing-masing kantor MWC pada Sabtu (26/02/2022) di PP. Nurul Falah yang diasuh oleh Kyai Abdul Adzim Alwi. Diharapkan dengan dengan dibukanya 14 kantor kas ini semakin mendekatkan dan memudahkan akses pendanaan usaha kecil bagi anggota jam’iyah. Sehingga bisa meredam maraknya pinjol dan kegiatan kredit dengan bunga yang tinggi.

 

Acara dimulai sekitar pukul 10.00 WIB di lantai 2 gedung sebelah selatan masjid di area pesantren. Setelah Kyai Adzim secara umum memberikan pengarahan pentingnya jam’iyah mendapat kemudahan pada pendanaan usaha kecil, beliau juga menjelaskan BMT ini merupakan program prioritas periode ini. Beliau juga sempat cerita, pada saat makan di sebuah warung, belum selesai makan sudah diminta ibu pemilik warung untuk membayar terlebih dahulu karena sudah ditunggui juru tagih bank titil (bank harian).

 

Setelah mengarahan dari Kyai Adzim, Mas Sapto Utomo Amin sebagai Ketua Lembaga Perekonomian (LPNU) dibantu Abah Edi Sutrisno memberikan penjelasan tujuan pembukaan 14 kantor kas, sistem kerja serta apa-apa yang perlu dipersiapkan di masing-masing MWC secara runtut dengan diagram peraga melalui slide proyektor. Pemaparan yang padat disusul sesi tanya jawab yang disambut dengan antusias peserta yang hadir. Setelah sesi tanya jawab dianggap cukup, penandatangan MoU dilakukan secara bergantian dari 14 MWC yang hadir. Acara diakhir dengan doa yang dipimpin oleh perwakilan dari Kecamatan Gondang.

Pewarta: Fath

Related Posts

NU Online Mojokerto