Peringati Harlah NU Ke-99, MWC NU Jetis Gelar Ziarah Muassis NU Jetis

Jetis, NU Online Mojokerto — Rangkaian peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama yang ke-99 tahun oleh MWC NU Jetis Mojokerto salah satunya adalah melaksanakan ziaroh ke makam para kyai dan ulama yang ada di wilayah Kecamatan Jetis.

Pelaksanaan ziorah dilakukan pada Kamis (24/02/2022) sekitar pukul 09:00 WIB dengan diikuti oleh pengurus MWC NU Jetis, perwakilan Pengurus Ranting, beberapa pengurus lembaga dan Banom dengan jumlah sekitar 50 jamaah, dan jamaah terbanyak berasal dari pengurus PAC Fatayat NU Jetis.

Sekitar pukul 09.00 WIB para jamaah sudah berkumpul di serambi Masjid Al Musthofa Canggu dan selang beberapa menit langsung berziarah ke makam mbah KH Musthofa bin Singo Kerto yang ada di belakang masjid. Pembacaan tahlil dipimpin oleh katib Rois Syuriah Ustadz khayun, S.Ag.

Setelahnya para jamaah bergerak menuju makam KH Munir yang ada di Dusun Kwangen Desa Sidorejo dan dilanjutkan ke makam mbah Kyai Moch. Syahri di Dusun Sidoduwur Desa Parengan, tanpa beristirahat jamaah langsung melanjutkan ke makam KH Rifa’i di Desa Mojorejo.

Kemudian dilanjutkan dengan tujuan Masjid Sabilurrosyad di Dusun Tumapel Desa Jolotundo untuk melaksanakan sholat dzuhur dan ziarah ke makam KH Dasuki yang berada di belakang masjid. Pembacaan tahlil dipimpin oleh ketua Ranting NU Canggu (Gus Alim Kopi Gladak).

Selanjutnya rombongan geser ke yayasan Al Furqon yang diasuh KH Sholikin (Rois Syuriyah MWC NU Jetis) untuk makan siang dan dilanjutkan ziarah ke makam KH Abdul Wahab Mas’ud di Pondok Pesantren Al Maghfiroh Desa Ngabar.

KH. Sholikin S.Ag selaku Rois Syuriyah menjelaskan bahwa ziarah ke makam para sesepuh, ulama dan tokoh tokoh NU di wilayah Jetis merupakan salah satu rangkaian peringatan harlah NU ke-99 dengan bertujuan agar para pengurus MWC NU, Lembaga, Banom serta warga NU Jetis paham dan mengetahui sejarah bahwa para sesepuh, ulama, pendahulu yang ada di Jetis ini begitu gigih dalam pergerakan NU serta mengamalkan, menjaga ajaran ahlussunah wal jamaah.

Beliau juga mengharapkan jangan sampai pengurus dan warga NU Jetis melupakan sejarah dan asal usul karena apabila melupakan sejarah dan asal usul maka akan ditinggal keberhasilannya. Oleh karena itu, beliau menegaskan berkali-kali untuk tidak melupakan jasa-jasa pendahulu seperti KH Musthofa yang begitu semangat dalam mengusir penjajah, KH Munir yang begitu getol bersilaturrohim untuk pergerakan NU.

“Mudah mudahan generasi kita kedepan bisa meneruskan perjuangan para pendahulu untuk selalu semangat berkhidmat di Nahdlatul Ulama.” Doa beliau untuk generasi penerus.

Kontributor: Dikin LTN NU Jetis

Related Posts

NU Online Mojokerto