Sapaan Tuhan Kepada Hambanya

Jetis, NU Online Mojokerto – Syahdan, suatu waktu tuhan tersenyum melihatmu tertidur kelelahan karena semua aktifitas yang kau lalui seharian. Dari atas Arsy tuhan menebarkan rahman rahimnya sembari berucap:

 

“Hai Ansor, apa kabar? Tetiba saja aku teringat dengan mu, aku teringat dengan semua keinginan, harapan, dan semua angan cita-cita yang kau mintakan kepadaku. Aku senang ketika kau merengek menangis berkeluh kesah meminta itu semua kepadaku. Sekarang kenapa kamu tak pernah melakukannya lagi?”,

 

“Hai Ansor, sepertinya belakangan ini banyak hal yang kau risaukan, banyak yang membuatmu bingung, seakan semua yang ku timpakan justru membuatmu semakin jauh terhadapku. Kamu mau kemana? Percayalah, ketika kamu merasa sendiri sebetulnya kamu tak benar-benar mengalaminya. Kamu bukan satu-satunya yang merasakan kesedihan dan merasa mempunyai beban yang terlalu berat jika harus di tanggung sendiri. Semua orang memang harus menjalankan perannya sendiri tanpa harus mengeluh kesana kemari. Jika memang ingin mengeluh, mengeluhlah hanya kepadaku.”,

 

“Hai Ansor, apakah kamu lupa? ketika kau menangis sesenggukan sampai matamu bengkak, ketika kau menangis hingga sulit bernafas meratapi kesedihanmu, waktu itu aku memperhatikanmu. Setiap saat aku selalu memberikan perhatian kepada hamba yang ku cintai sepertimu.”

 

“Ansor, Jika kau memang peka, kau bisa menemukan kehadiranku sepanjang waktu. Melalui sentuhan dinginnya air wudhu yang kau ambil menjelang subuh, melalui aroma embun pagi sebelum cahaya fajar pagi muncul, melalui desiran angin yang berhembus di tengkukmu ketika kau bersujud, aku selalu hadir untukmu”

 

“Ansor, aku pernah berjanji bahwa aku tak akan memberikan cobaan melebihi kemampuanmu, dan kau bisa pegang janjiku itu. Jika memang kau merasa apa yang hadapi terlalu berat kau hanya perlu mengangkat tanganmu, kau hanya perlu menengadah berdoa meminta kepadaku. Percayalah, ketika kau melakukannya, tangan mungilmu itu tak akan pernah cukup menerima banyaknya rasa cinta yang ku berikan kepadamu”

 

“Ansor, mulai detik ini kau harus percaya, aku selalu ada bersamamu, aku tak akan pernah meninggalkanmu, aku akan selalu siap menjawab semua doa dan keinginan yang panjatkan kepadaku. Kau bisa merasakan keberadaanku pada semua makhluk, benda, partikel, molekul yang setiap hari bersinggungan denganmu. Semua itu adalah wujud belaian mesraku kepadamu, hamba yang aku cintai”

 

Lantas tuhan pun membangunkanmu dengan menempatkan rasa syukur di hatimu.

 

Kontributor : M. Ani R (PAC GP ANSOR JETIS MOJOKERTO)

Related Posts

NU Online Mojokerto