Mengenal Lebih Dekat Sosok Buyut Sanur Yang Ada Di Makam Wonosari Ngoro Mojokerto

Ngoro, NU Online Mojokerto — Kali ini saya akan mengungkap sejarah siapa sebenarnya Buyut Sanur itu, yang konon makamnya ada di kawasan Desa Wonosari Kecamatan Ngoro Mojokerto, saya mencoba menggali informasi dari dzuriyah beliau yang masih ada, dan alhamdulillah saya bertemu dengan Gus Nafi’ putra dari almaghfurlah Kyai Khusairi juga masih ada keturunan dari Ki Sawunggaling yang makamnya ada di Wotanmas Jedong.

 

Menurut sumber cerita dari Gus Nafi’, Buyut Sanur itu adalah orang yang babat alas Desa Wonosari cucu dari Ki Ageng Penanggungan atau Sayyid Yahya Kejapanan, ayahnya bernama KH. Basyariyah yang makamnya ada di Tuban, ini diperkuat keterangan dari Gus Maskub Pacet dan juga Gus Iwan keluarga dari Sidoresmo Surabaya. Beliau menuturkan bahwa mbah Buyut Sanur ini masih ada hubungan keluarga dengan Maulana Habib Lutfi Bin Yahya Jawa Tengah dan mempunyai istri bernama Buyut Sarbiyah.

 

Ada kisah yang unik kenapa Maulana Habib Lutfi itu tidak mau memakai nama Bin Ali padahal beliau putra dari Habib Ali Bin Habib Hasyim dan beliau lebih memilih nama buyutnya Sayid Yahya, alasannya beliau ingin tabarukan kepada Sayid Yahya karena beliau adalah seorang pejuang yang mendampingi Joko Tingkir waktu khalwat di Gunung Penanggungan. Seusai khalwat Joko Tingkir melanjutkan perjalanannya ke Jawa Barat dan Jawa Tengah untuk berdakwah menyebarkan agama islam disana, namun Sayid Yahya lebih memilih turun kearah timur utara tepatnya ada di Desa Kejapanan dan menyebarkan agama islam di tempat tersebut.

 

Asal muasal di namakan Desa Wonosari ini terdiri dari 2 suku kata yaitu wono dan sari, wono yang berarti hutan dan sari berarti bunga. Konon cerita awalnya tempat tersebut merupakan hutan belantara yang banyak ditumbuhi bunga, Mbah Buyut Sanur membabat alas tersebut dengan tujuan membuka lahan dan menyebarkan agama Islam. Hasil jerih payahnya tersebut dinamakan Desa Wonosari seperti saat ini.

 

Makam Mbah Buyut Sanur yang berada di Desa Wonosari kini ramai dikunjungi oleh para peziarah baik warga lokal maupun warga luar. Mereka rata-rata bermunajat kepada Allah dengan melantunkan ayat-ayat Alqur’an dan bacaan tahlil. Berkat perjuangan dari Gus Nafi’ selaku tokoh agama yang ada di desa tersebut, tidak tanggung-tanggung makam Buyut Sanur sekarang sudah di renovasi dan di bangun megah dengan arsitektur yang menyerupai makam para wali atau auliya’ yang ada seperti saat ini.

 

Gus Nafi’ berusaha merangkul warga sekitar baik muda maupun tua dan tidak memandang golongan atau latar belakang mereka. Beliau berusaha membaur bersatu dan berkomitmen untuk meramaikan makam tersebut dengan diisi kegiatan keagamaan yang dilakukan setiap hari Kamis malam Jum’at, dan alhamdulillah atas perjuangan Gus Nafi’ ini disambut positif dengan ditandai rasa antusias warga sekitar yang ikut hadir meramaikan kegiatan ngaji.

 

Gus Nafi’ berharap apabila makam Buyut Sanur ini selesai dibangun, masyarakat umum bisa berziarah ke tempat ini. Semoga kita semua mendapat berkah dan syafa’at dari beliau lebih lebih dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

 

Sumber : Gus Abdun Nafi’

Kontributor : Hasan Ngoro

Related Posts

NU Online Mojokerto