Menelisik Makam Mbah Ageng Jabung, Penyebar Agama Islam Asal Persia

Jatirejo, NU Online Mojokerto –

Makam Mbah Ageng Jabung terletak di Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo. Makam ulama penyebar agama Islam dari negeri Persia yang bernama Sayyid Abdurrahman. Beliau merupakan tokoh agama sekaligus ahli nujum pada zaman kerajaan Mojopahit. Ditemukan pertama kali pada tahun 1910 oleh tokoh masyarakat setempat yang bernama KH Nawawi.

Di area makam ini, terdapat sumur yang setiap ada peziarah pasti mengambil untuk dibawa pulang bahkan warga sekitarpun juga memanfaatkan air tersebut untuk aktivitas sehari-hari, seperti minum dan memasak. Sumur yang terdapat setelah pintu masuk ini, tidak pernah kering walau saat musim kemarau tiba.

Puncak kunjungan peziarah terjadi pada saat malam Jumat Legi dan setiap malam Jumat Pahing. Pada bulan shafar, diadakan acara haul Mbah Ageng (Sayyid Abdurrahman). Ada cerita unik pada saat haul, jika haul diadakan tidak pada bulan shafar maka terjadi hujan terus menerus dari sore sampai acara haul selesai, dan jika dilakukan pada bulan tersebut tidak terjadi hujan.

Ikhwan, juru kunci bercerita, kalau kakeknya dulu pernah bercerita “Dulu pada saat jaman penjajahan Belanda, tempat ini (makam Mbah Ageng) menjadi tempat persembunyian tentara Indonesia, kemudian ada penjajah datang kedepan pintu makam, lalu pintu tersebut didorong dengan keras menggunakan kaki, seketika pintu terbuka mengenai penjajah yang akhirnya membuat penjajah tersebut meninggal dunia”.

Biasa ketika masyarakat Desa Lebak Jabung mempunyai hajat seperti nikahan, khitan, atau syukuran, dan lainnya mereka datang kesini dengan membawa tumpeng, mereka mendoakan leluhur atau yang membabat Desa Lebak Jabung supaya acara yang dikehendaki berjalan lancar dan izin kepada juru kunci makam.

Untuk bangunan sendiri ada renovasi sekitar tahun 2015 – 2016 dan sekarang bisa terlihat megah dengan nuansa klasik berpadu dengan modern dari jalan raya bahkan Masjid Ba’abud yang berada dibelakangnya terlihat gagah begitu besar dengan kaligrafi.

Kontributor: SangHadi

Editor: Wahyu T. O.

Related Posts

NU Online Mojokerto