Mbah Warno, Senior Banser Mojokerto Meninggal Dunia

Sooko, NU Online Mojokerto – Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Sooko Kabupaten Mojokerto ikut mengantarkan dan membantu pemusaraan jenazah Bapak Suwarno (Mbah Warno) sesepuh Banser Mojokerto di Makam Islam Dusun Jampirogo, Sooko pada Jum’at (05/03/2022) sebagai bentuk penghormatan serta rasa terima kasih atas bimbingan dan dorongan dalam berkhidmat di organisasi.

Cholik selaku Kasatkoryon Banser Sooko menginformasikan setelah mendengar kabar bahwa Mbah Warno meninggal dunia pada hari Jum’at dini hari jam 01.00 WIB. Beliau mengintruksikan anggota Satkoryon Banser Sooko untuk hadir ke rumah duka yang berada di Desa Jampirogo guna membantu pemusaraan dan sebagai bentuk penghormatan karena beliau sebagai seniornya Banser Mojokerto.

Beliau juga menginformasikan anggota Banser yang hadir dengan berseragam lengkap berjumlah 10 dan yang lain cuma pakai atribut berjumlah sekitar 25 anggota.

Moch Shokib selaku Wakasatkorcab Banser Mojokerto yang ikut hadir menginformasikan jenazah dimandikan pukul 05:40 WIB dan proses sholat jenazah berlangsung sampai 4 kali karena begitu banyak yang hadir silih berganti, bahkan akan ada yang mau melaksanakan sholat jenazah gelombang ke 5, karena persiapan pemusaraan sudah siap maka diurungkan dan langsung diberangkatkan dan akhirnya selesai pemusaraan sekitar pukul 09:00 WIB.

Terkait Banser yang hadir, selain dari Banser Sooko, ada dari Satkoryon Jetis, Satkoryon Trowulan, Satkoryon Gedeg bahkan dari Wringinanom Gresik, dan dari Tarik Sidoarjo juga ada yang hadir.

H.A. Muntolib S.E selaku sekretaris MWC NU Sooko Mojokerto menginformasikan bahwa Mbah Warno adalah salah satu sosok yang sangat ikhlas sekali, karena tidak ada perhitungan sama sekali apabila untuk organisasi dan beliau sangat getol di Ansor Banser bahkan beliau sebagai sosok bapaknya Banser, pelindungnya Banser yang ada di Sooko.

Beliau juga menjelaskan di gerakan MWC NU Sooko Mbah Warno juga sangat luar biasa karena tidak ada pamrih apa-apa untuk kegiatan NU. Apalagi saat pembangunan kantor MWC NU, beliau seolah-olah menganggap kantor MWC NU itu rumahnya sehingga jarang pulang dari kantor karena inginnya segera wujud kantor yang diidam-idamkan, bahkan beliau sampai mencurahkan tenaganya, pikirannya, hartanya seolah-olah dirinya di waqofkan ke NU.

Insyak Ansori salah satu pengurus di jajaran Satkorwil Banser Jawa Timur (kepala Asgiad) menginformasikan bahwa Mbah Warno memang termasuk sesepuh Banser Mojokerto dan beliau pernah menjabat di pengurus jajaran Satkorwil Banser Jawa Timur dua periode yaitu pada masa Ketua PW ANSOR Jawa Timur H Alfa Isnainin dengan Kasatkorwil H Imam Khusnin, kemudian pada masa periode ketua H. Rudi Triwahid dengan Kasatkorwilnya Dr. Umar Usman.

Kontributor Dikin

Related Posts

NU Online Mojokerto