Home / Warta

Sabtu, 24 September 2022 - 21:54 WIB

KH. Said Aqil Siroj, “Ruqyah Merupakan Khazanah Kita”

Pacet, NU Online Mojokerto – Dalam Musyawarah Nasional Jam’iyyah Ruqyah Aswaja di Kampus IKHAC Pacet (24/09) KH. Said Aqil Siroj yang didaulat sebagai pembicara menjelaskan bahwa ruqyah sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh bangsa Yunani, Romawi atau Persia. Pada zaman Nabi, ruqyah diperbolehkan asalkan menggunakan ayat ayat Al Qur’an agar umat tidak jatuh ke dalam praktik kesyirikan.

Tetapi perkembangan selanjutnya, kata KH. Said Aqil Siroj, para ulama berbeda pendapat terhadap praktik ruqyah. Ada yang menyatakan bahwa ruqyah hanya boleh dengan mengambil dari ayat Al Qur’an. Sementara lainnya berpendapat, diperbolehkan menggunakannya diluar ayat Al Qur’an. Bahkan ada juga yang memperbolehkan menggunakan bacaan bacaan selain bahasa Arab.

Baca Juga:  Kaderisasi Pendakwah, MUI Kota Mojokerto Gelar Diklat Da'i/Da'iah

Hal ini merujuk pada saat Siti Aisyah sakit, kemudian diruqyah orang Yahudi. Ketika ketahuan oleh Abu Bakar, maka perempuan Yahudi itu ditanya, “apakah engkau meruqyah menggunakan kitabullah? Dan dijawab oleh wanita itu bahwa ia melakukan ruqyah dengan kitabullah. Dan Abu Bakar membolehkan.

Ulama ulama banyak menggunakan hizib hizib seperti hizib Syekh Hasan Syadzili dan lain lain. “Jadi, ruqyah itu merupakan khazanah keilmuan umat Islam” terang KH. Said Aqil Siroj.

Dalam sejarah bangsa Indonesia, ulama ulama meng-Islamkan praktik praktik ruqyah yang dilakukan oleh para raja atau orang orang sebelum atau setelah masuk Islam. Seperti yang dilakukan terhadap Raja Siliwangi saat menikah dengan Nyai Subalarang. Saat melakukan mantra aji, seketika ilmunya luruh. Tetapi kala mantra ditambahkan bismillahirohmanirrohim maka kehebatannya menjadi bertambah.

Baca Juga:  Memperingati Maulud Nabi dan Hari Santri, PKPT IPNU IPPNU IAI Uluwiyah Menebar Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Piatu Tarbiyatul Aitam

Lebih jauh, kata Kiai Said, dulu di Cirebon, ilmu ilmu kesaktian semua menjadi macet. Kecuali ilmu itu diawali dengan bismillahirohmanirrohim dan diakhiri kalimat tauhid.

Dengan ruqyah, maka akan menjadikan khazanah kekayaan kebudayaan bangsa. Orang China walaupun kedokterannya maju tetapi tidak meninggalkan pengobatan tradisionalnya. Karenanya ruqyah harus terus dipelihara.

“Tadi Gus Wahab meminta saya untuk menjadi pembina. Insya Allah Kyai Asep, Pak Haidar dan saya siap” ujar Kiai Said disambut tepuk tangan anggota JRA.

 

 

 

 

Share :

Baca Juga

Warta

Awali Kegiatan di Separuh Akhir Ramadhan, Masjid Al Ikhlas Dusun Kendalsari Adakan Pengajian Umum

MWC NU

Safari Ramadhan Sukses, MWC NU Pacet Adakan Syukuran dengan Buka Bersama

Warta

Lestarikan Amaliah NU, IPNU IPPNU Gedeg Gelar Ziarah Wali

Warta

Ramaikan Safari Ramadhan MWCNU, Puskesmas Jatirejo Adakan Vaksinasi Massal

Warta

RSI Sakinah Gelar Pengobatan Gratis Pada Ngaji Ahadan

Warta

Gerobak Cokelat Majapahit Hadir di Bazar Syiar Ramadhan PCNU Mojokerto

Warta

Lailatul Ijtima Ranting NU Sidoharjo-Gedeg, KH. Abd. Adzim Alwi : Warga NU Dilarang Acuh

Warta

MWC NU Mojosari Sampaikan 7 Program PCNU Kabupaten Mojokerto Ke Ranting-ranting