Haflah Akhirussanah dan Haul Akbar Majelis Taklim, Madin Roudlotul Karim Hadirkan KH Falaqul Alam

Trowulan, NU Online Mojokerto –

Haflah Akhirussanah dan Haul Akbar Majelis Taklim Raudhotul Karim dilaksanakan di Musholla Raudlotul Karim Dusun Semanding, Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Rabu Malam (23/03/2022). Kegiatan wisuda santri sekaligus kirim doa untuk para ahli kubur warga dan walisantri. Kegiatan yang rutin digelar sebagai rasa syukur atas telah diwisudanya santri dan juga mengingat jasa para pendahulu yang membuka ‘babat alas’ di wilayah Semanding.

 

Kegiatan dimulai pukul 19.30-22.30 WIB. Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Desa Beloh, Ketua Ranting NU Desa Beloh, Ketua Madrasah Diniyah dan Majelis Taklim Raudhotul Karim Ustaz Abdul Wahid, KH. Muchsin Samian Rais MWC NU Trowulan, dan KH. Falaqul A’lam Rais PCNU Kabupaten Mojokerto.

 

Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh santri MADIN (Madrasah Diniyah). Kemudian, dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nabi Mahalul Qiyam oleh grup banjari Bahrin Nada. Kekompakan yang tinggi antar warga Desa Semanding, dengan gotong royong bahu membahu mensukseskan acara dengan sumbangan tenaga, konsumsi, dana untuk kegiatan. Pembacaan Tahlil oleh Pimpinan Majelis Taklim Roudlatul Karim Ustaz Abdul Wahib. Ustaz Abdul Wahib menyampaikan ucapkan terima kasih atas bantuan sadaqah dari warga untuk membantu kelancaran kegiatan ini.

 

“Semoga apa yang sudah dikeluarkan baik tenaga, pikiran, uang maupun shodaqoh lainnya untuk melancarkan kegiatan akhirussanah dan haul ini dapat menjadi jalan pahala bagi bapak-ibu sekalian”- Ustaz Abdul Wahib (Ketua Madin dan Majelis Taklim Raudhotul Karim).

 

Mauidhoh Hasanah disampaikan oleh KH Muchsin Samian yang menyampaikan terkait pentingnya rasa syukur atas adanya Desa Semanding yang dulu hanya berupa hutan atau tanah kosong sekarang sudah bisa ditanami dan ditinggali. Salah satu kegiatan yang perlu dilestarikan karena mengingat jasa para pendahulu/ahli kubur yang telah berjuang untuk ‘babat alas’.

 

KH Muchsin Samian mengutip hadits riawayat Abu Daud dan At- Turmuzi

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لمَ ْيَشْكُرِ اللهَ

Siapa yang tidak mensyukuri manusia maka dia tidak mensyukuri Allah (HR. Abu Daud dan At-Turmuzi). Salah satu bentuk mensyukuri manusia adalah dengan berbakti dengan orang tua (baik yang masih hidup, tiada, atau yang membuka desa). Berbakti dengan orang tua bisa dimulai dengan taat dan berbakti kepada orang tua, tak lupa untuk selalu mendoakan selesai sholat. Apabila telah tiada, maka setiap malam jumat mengunjungi makam dan memberikan kiriman dengan membaca yasiin dan tahlil. Rasa syukur kedua adalah anak yang mengaji. Orang tua patut bersyukur dengan adanya Madrasah Diniyah Raudlotul Karim anaknya bisa mendapatkan ilmu agama sekaligus akhlak. KH Muchsin Samian juga menyampaikan hadits riwayat Bukhori Muslim yakni Man Yuridillahu Bihi Khairan Yufaqqihhu Fiddin artinya barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan padanya, Allah akan memberikan pemahaman di hatinya terhadap agama. (HR Bukhori- Muslim).

 

Tausiah kedua dari KH Falaqul A’lam (Katib Syuriah) yang hadir dengan menggunakan kursi roda. Meski dalam keadaan tersebut KH Falaqul A’lam tetap semangat memberikan tausiah di acara ini. KH Falaqul A’lam menyampaikan tentang pentingnya mencari ilmu agama baik untuk anak muda hingga orang tua. Mencari ilmu agama atau mengaji ini penting bila orang tua tidak mampu dan bisa memberika pengajaran ilmu agama. Ada banyak pondok pesantren yang bisa menjadi rujukan.

 

KH Falaqul A’lam menyampaikan sebuah cerita Nabi Ya’qub yang mengumpulkan anak-anaknya dan menanyakan terkait apa yang mereka imani dan sembah. Kepercayaan ini penting agar tak tersesat di dunia maupun nanti di akhirat nanti. Maka beri anak pengetahuan tentang ilmu agama. Setelah menyampaikan tausiah KH Falaqul A’lam menutup acara dengan doa.

 

Kontributor : Moch. Taufiq Zulmanarif (LTN NU Trowulan)

Related Posts

NU Online Mojokerto