Galakkan Pengisian Database SIAPNU, Turba PC IPNU Mojokerto Hadir di Mojoanyar

Mojoanyar, NU Online Mojokerto – 

Sehubungan dengan adanya pengisian database di Sistem Informasi dan Aplikasi Pelajar Nahdlatul Ulama’ (SIAPNU) dan Penguatan Organisasi, Pimpinan Cabang Kabupaten Mojokerto mengadakan TURBA pada Selasa (22/03/2022) yang bertempat di Pondok Pesantren Fadloilirrohman, tepatnya di Dusun Lengkong, Desa Lengkong RT 05 RW 02, Kecamatan Mojoanyar.

“SIAPNU merupakan sebuah aplikasi database dari Pimpinan Pusat yang harus disosialisasikan kepada seluruh ranting agar mengisi, dengan tujuan dapat mengetahui berapa banyak kader, megevaluasi terhadap kader by data yang sudah masuk di SIAPNU, juga pengajaran mengenai cara input atau daftar di SIAPNU dan juga poin-poin lainnya yang nantiya bisa dijadikan e-KTA”, jelas perwakilan tim database pimpinan cabang pada saat sambutan.

Salah satu keunggulan dari SIAPNU adalah memudahkan proses pendataan karena bisa dilakukan melalui gadget, sehingga dapat mempersingkat waktu. Setelah mengisi data, maka akan langsung mendapatkan Nomor Induk Anggota (NIA) yang dapat dicantumkan di bawah tanda tangan dalam surat-menyurat atau lainnya.

Adapun sesi perekatan atau penguatan organisasi, yaitu sharing session, dimana rekan rekanita mengungkapkan keluh kesah selama ber-IPNU / ber-IPPNU yang langsung mendapat respon dari pihak pimpinan cabang.

Rekan Rendi menanyakan gambaran umum terkait ranting yang mana terlebih dahulu yang harus di didahulukan. Kemudian mendapatkan saran dari rekan Aqim selaku sekretaris pimpinan cabang IPNU.

“Konsep yang matang harus dijalankan, jangan memikirkan kualitas. Karena tugas ketua harus memiliki prinsip ketegasan. Untuk bisa mengkader, maka bicarakan dahulu kuantitas baru kualitas”. Jelasnya.

Rekan Aqim juga menambahkan, “Untuk mendirikan ranting, sebaiknya langsung dijalankan kemudian dianalisa. Sebagai saran, dalam satu tahun pertama mendapat kuantitas dengan cara memenuhi kebutuhan ranting dan melakukan rutinan. Sedangkan untuk mendapat kualitas, maka menarik satu anak yang dapat mengajak kader baru atau kader lainnya untuk bergabung memajukan ranting”.

Diskusi diakhiri dengan pertanyaan dari rekan Angga yang menanyakan terkait cara menyikapi perbedaan pendapat dari anggota agar mendapatkan kebijakan yang tepat. Dan dijawab langsung oleh pihak pimpinan cabang.

“Untuk mengatasi hal tersebut, seorang ketua harus bisa mengambil jalan tengah dan memiliki ketegasan. Karena sejatinya kebijakan dan kedewasaan sangat penting dalam sebuah organisasi”. Jelas perwakilan pimpinan cabang.

Kontributor: Nabila F. LTN NU Mojoanyar

Related Posts

NU Online Mojokerto