Fatayat NU Brayu Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Bersama

Dawarblandong, NU Online Mojokerto – 

Di hari ke-13 puasa Ramadan kali ini, Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Brayu mengadakan kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu sekaligus buka bersama dengan anggota Fatayat anak ranting sedesa Brayu. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Jami’ Al-Muttaqin, dimulai sejak pagi dengan dengan khotmil Qur’an, kirim doa untuk leluhur, dilanjutkan sore acara santunan.

Adapun susunan acaranya dimulai dengan pembukaan, lantunan ayat suci, menyanyikan lagu kebangsaan, Mars Fatayat, Mars Syubbanul Wathan, sambutan, pemberian bingkisan, mauidhah hasanah penutup. Hadir pada kegiatan kali ini, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Dawarblandong beserta jajaran pengurus harian, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dawarblandong, Ketua Ranting NU Brayu, Ketua Muslimat NU Ranting Brayu, Kepala Desa Brayu, Tokoh Masyarakat, Kiai Nur Rohmad, M.Pd.I selaku Katib Syuriah yang memberikan mauidhah hasanah.

Ketua PR Fatayat Brayu, Sahabat Sunarmi, menyampaikan terima kasih atas partisipasi sahabat juga donatur yang telah mendukung suksesnya program ini.

Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Dawarblandong, Nur Akromah, S.Pd.I menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PR dan PAR Brayu atas kekompakannya serta semangat juang yang luar biasa dalam berkhidmat di Fatayat. “Kegiatan ini adalah bukti bahwa Fatayat NU sebagai organisasi sosial keagamaan, turut memberikan kontribusi positif untuk masyarakat, tidak hanya fokus dalam kesalehan ritual saja, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.” jelasnya.

Ketua MWCNU, yang diwakili oleh Bapak Irwani, menyampaikan penghargaan terhadap kegiatan ini, memberikan motivasi kepada seluruh warga NU agar turut aktif menyukseskan kegiatan MWC-NU Kecamatan Dawarblandong.

Pemberian bingkisan kepada anak-anak yatim yang hadir, diliputi suasana khusyuk haru, diiringi lantunan shalawat jibril oleh sahabat Fatayat. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh Gus Nur Rohmad. Beliau mengingatkan kepada semua hadirin agar terus menata niat dalam melaksanakan kegiatan apapun, niat yang lurus karena Allah semata. Selanjutnya beliau menyampaikan tentang tingkatan orang berpuasa, yakni tingkat awam, khusus khususil khusus. “Mari terus berupaya agar puasa kita, tidak hanya sekadar menahan lapar dahaga saja, tetapi lebih dari itu belajar berpuasa sekujur tubuh menahan hawa nafsu, puasa hati pikiran juga dengan memperbanyak zikir kepada Allah, mboten mikir menopo, kejobo Gusti Allah,” tegas beliau dalam memberikan tausiyah.

kontributor: Mario – LTN Dawarblandong

Related Posts

NU Online Mojokerto