Awali Kegiatan di Separuh Akhir Ramadhan, Masjid Al Ikhlas Dusun Kendalsari Adakan Pengajian Umum

Puri, NU Online Mojokerto – 

Takmir Masjid Al-Ikhlas Dusun Kendalsari Desa Plososari Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto mengawali rangkaian kegiatan di separuh akhir bulan Ramadan dengan Acara Pengajian Umum dalam rangka Peringatan Nuzulul Qur’an. Pengajian ini menghadirkan Rais Majelis Ilmi Pimpinan Cabang (PC) Jam’iyyah Qurro’ Wal Huffadz (JQH) NU, KH. M. Suud Amin, M.Pd.I sebagai penceramah. Acara digelar di serambi Masjid Al-Ikhlas, Senin Malam (18/04/2022).

 

Acara dimulai bakda tarawih pukul 20.15 WIB diawali pembacaan; Ayat Suci Al-Qur’an, Tahlil, shalawat mahallul qiyam oleh sahabat Ishari Ranting Kendalsari, sambutan pengurus masjid, mauidhoh hasanah dan Doa.

 

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid Al-Ikhlas pada momen Peringatan Nuzulul Qur’an. Kegiatan ini juga merupakan awal dari rangkaian kegiatan separuh akhir bulan Ramadan 1443 H warga NU Kendalsari.

 

Sebagai informasi, bahwa warga NU dusun Kendalsari memiliki tradisi di Separuh akhir bulan Ramadan dengan mengadakan pengajian secara bergilir dari masjid ke masjid atau dari langgar ke langgar yang ada di Dusun Kendalsari sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Dari momen Peringatan nuzulul Qur’an sampai malam dua puluh sembilan Ramadan.

 

Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlas, H. Abdul Muhith Badri dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan kekompakan warga Dusun Kendalsari serta menyampaikan rasa syukur karena kembali bisa melaksanakan kegiatan rutin bulan Ramadan di kampung ini setelah libur 2 tahun karena pandemic covid-19.

 

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kekompakan masyarakat dusun Kendalsari atas kehadirannya di majelis ini. Sungguh luar biasa yang hadir, mungkin kangen kareana sudah dua tahun libur karena Pandemi Covid-19. Alhamdulillah pada kesempatan Ramadan ini kita bisa melaksanakan tradisi rutin kita di bulan Ramadan.” Ungkap H. Muhith.

 

Selanjutnya, KH. M. Suud Amin dalam materi pengajiannya menyampaikan beberapa hal sesuai tema Nuzulul Qur’an, di antaranya; (1) nuzulul Qur’an (2) Ulumul Qur’an, bab munasabah (3) tajwidul Qur’an dan (4) bahaya rumah-rumah tahfidz era kini.

 

Khusus di poin akhir, KH. Suud Amin menyerukan agar berhati-hati jika ingin memondokkan putra-putrinya di pondok tahfidz. “Saya menyerukan kepada jamaah jika berniat memondokkan putra-putrinya terkhusus jika menginginkan putra-putrinya jadi penghafal Al-Qur’an maka carilah pondok atau guru yang sudah jelas sanad keilmuannya. Carilah yang jelas sanadnya, missal Pondok Mojogeneng, Tebu ireng, itu jelas sanadnya.” Terang Kiai Suud.

 

“Sekarang itu mulai banyak rumah-rumah tahfidz namun tidak jelas sanadnya, tidak jelas ideologinya. Memang benar disitu diajarkan ilmu Al-Quran tapi ideologinya menyimpang. Maka berhati-hatilah. Sekali lagi cari pondok-pondok yang sudah jelas sanad keilmuannya.” Tutup KH. Suud Amin.

 

Kontributor: Fahrul – LTN NU Puri

Editor: Wahyu T. O.

Related Posts

NU Online Mojokerto