Warta  

Lailatul Ijtima MWCNU Sooko, KH. Masrihan Asy’ari, “Ulama Aswaja Memiliki Empat Dalil”

Sooko, NU Online Mojokerto

Lailatul Ijtima’ MWCNU Kecamatan Sooko pada bulan ini digelar di Masjid Baitul Makmur Sooko gang 7 Desa Sooko pada Jum’at malam (02/09).

Acara dimulai sejak pagi hari dengan pembacaan Khotmil Qur’an oleh JQH MWCNU Sooko. Dan dilanjutkan setelah isya dengan beberapa rangkaian acara seperti pembacaan Ratib Hadad oleh RMI MWCNU Sooko, Santunan Anak Yatim oleh LAZISNU MWCNU Sooko dan Sholawat Nabi oleh ISHARI Kecamatan Sooko.

Dalam sambutannya, H. Ali Imron, Pengurus MWCNU Kecamatan Sooko menyatakan harapannya agar semua elemen digerakkan untuk meramaikan Lailatul Ijtima di MWCNU Kecamatan Sooko.

” Setiap Lailatul Ijtima’ MWCNU di Kecamatan Sooko diharapkan dukungan dengan mengerakkan semua Warga NU di ranting di wilayah Kecamatan Sooko, beserta Banom-banom NU, Lembaga Dakwah Nadhlatul Ulama akan mengadakan Pengajian Selapan di wilayah Kecamatan Sooko” ucap Haji Ali Imron wakil ketua 2 Tanfidziah MWCNU Kecamatan Sooko.

Baca Juga:  IPNU IPPNU Kedungmaling Gelar Pelantikan Sekaligus Sholawatan

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan mauidoh hasanah oleh KH. Tauhid. Dalam mauidoh hasanahnya KH. Tauhid menyampaikan bahwa dzikir tauhid yang dibaca usai melaksanakan sholat fardhu merupakan Amaliah yang dilakukan oleh para ulama sebab dzikir ini memiliki keutamaan yang besar. Karenanya Kyai Tauhid memberi pesan kepada seluruh jamaah untuk selalu Istikomah dalam mengamalkannya.

” Bacaan Dzikir Lailaha ilallah yang selalu kita baca setelah Sholat fardhu merupakan anjuran dari para Ulama karena mempunyai keutamaan yang jarang disampaikan. Bacalah dzikir Lailaha ilallah setelah Sholat fardhu jangan langsung pergi karena disitu ada malaikat-malaikat yg mengamini do’a-do’a kita.” Ucap Kyai Tauhid, Mustasyar MWCNU Kecamatan Sooko dalam Pengajian Kitab Nashoihul Ibad.

Dalam kegiatan Lailatul Ijtima’MWCNU itu dihadir Kyai Masrihan Asy’ari sebagai acara inti yaitu NGAJI ASWAJA. KH. Masrihan Asy’ari menyampaikan bahwa landangan dalil yang dipergunakan oleh ulama Aswaja itu meliputi empat hal yakni Al Qur’an, Hadis, Ijma dan Qiyas,

Baca Juga:  Peresmian Kantor Ranting NU Kedungmaling, KH. Nurul Huda: Tempat Bertukarnya ide dan Gagasan

“Landasan Ulama-ulama NU itu Al Qur’an, Hadist, Ijma’ dan Qiyas” terang KH. Masrihan Asy’ari.

Lailatul Ijtima’ditutup do’a oleh Kyai Moh.Makmun AR.

 

Kontributor : M.Shofwan