Kutorejo, NU Online Mojokerto –
Usai vakum beberapa tahun, kali kedua ini Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kutorejo menggelar Diba’ Kubro, yang digelar di Desa Simbaringin, Ahad (5/3).
Acara dimulai dengan pembacaan shalawat Nabi dan ayat suci Al-Quran, dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia raya, mars Syubbanul Wathon, dan mars Fatayat.
Camat Kutorejo menyampaikan rasa terima kasih atas kegiatan Fatayat ini, serasa berada di tengah-tengah bidadari surga.
“Siapa yang berkumpul di majelis ilmu, insyaallah akan sama-sama di surga-Nya nanti. Semoga kedepannya kegiatan seperti ini selalu dipadati dengan massa Fatayat yang istiqomah hadir untuk mengikuti diba kubro,” ucapnya.
Lebih lanjut, Camat Kutorejo menyampaikan agar tidak segan untuk mengajak tetangga, atau putrinya agar terbiasa ke acara NU.
“Mari kita tanamkan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual,” imbuhnya.
MWCNU Kutorejo mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Fatayat ini, yang mana telah lama vakum karna pandemi, saking lamanya tidak berkegiatan dengan Fatayat pada hari ini Serasa kita duduk di taman surga karna bersama fatayat yang cantik ini.
“Semoga kegiatan yang kita lakukan diawal bulan Sya’ban ini kedepannya lebih baik lagi dan langgeng ila yaumil qiyamah, begitu juga kegiatan banom dan lembaga NU yang berada di Kutorejo,” harapnya.
Bu Nyai Sulistiani dalam mauidloh hasanahnya mengimbau agar di bulan Sya’ban ini bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Menata hari dan niat, perbaiki ibadahmu. Niat ibadah yang baik jangan pernah ada prasangka buruk terhadap orang lain. Fokus terhadap diri sendiri dan memperbaiki diri.”
Lebih lanjut, beliau meyampaikan bahwa jika kita ingin mendapatkan syafaat Nabi Muhammad, usahakan 1 hari semalam membaca shalawat.
“Mudah-mudahan kita semua mendapat syaratnya Nabi Muhammad SAW. Semua manusia dimata Allah itu sama, yang membedakan adalah hati kita. Bagaimanapun kita jangan pernah suudzon terhadap manusia apalagi terhadap menciptakan kita Allah SWT,” harapnya.
Dalam kesempatan ini pula, dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ayni Zuhro yang berpesan kepada perempuan mampu mengisi pembangunan/perempuan yang serba bisa dalam segala hal.
“Karena kita sekarang sudah hidup di jaman yang berbeda, jaman modern yang semuanya pasti memiliki sosial media. Untuk itu, kita harus selalu waspada terhadap anak-anak sebagai generasi penerus. Selalu pantau smartphone, jangan biarkan mereka menggunakan sosial media tidak sebagaimana mestinya,” pesannya.
Acara ditutup dengan doa oleh Nyai Lilik Masrikhah yang juga mengajak agar kita selalu yakin dengan limpahan Rahmat Alloh hingga doa2 kita selalu diijabah.
Kontributor: Munfaatin, Media Fatayat NU












