Safari Ramadhan Ke Ranting Cembor, KH Sami’an Ajak Nahdliyin Perbanyak Baca Sayyidul Istighfar dan Doa Nabi Yunus

Pacet, NU Online Mojokerto –

Ada yang berbeda dari semarak ramadhan oleh Pengurus NU pada Ramadhan kali ini. Safari Ramadhan serentak menjadi gebrakan baru dalam menyemarakkan semangat Ramadhan tahun ini.

Bagaimana tidak? Dua hari dipilih sebagai hari untuk bersafari ke dua puluh desa yang ada di kecamatan Pacet.

Cembor merupakan salah satu desa yang ada di perbatasan wilayah kecamatan Pacet dan kecamatan Trawas. Baru aktif kembali dalam beberapa tahun terakhir menjadi latar tim safari harus berkunjung ke sana.

Pukul 19.30 WIB (ba’da salat tarawih) di hari Ahad, 10 April 2022, tim safari ramadhan desa Cembor mengunjungi Masjid Miftahul Huda yang beralamat di Jalan Masjid, RT. 1, RW. 1, Dusun Cembor, Desa Cembor, Kecamatan Pacet. Dihadiri oleh beberapa Pengurus MWC NU yang terdiri dari beberapa unsur di antaranya Ranting NU desa Cembor, Muslimat NU, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Fatayat NU dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU IPPNU) Desa Cembor.

Tanpa mengurangi rasa hormat, Bapak Kepala Desa Cembor, juga turut hadir dan menyambut dengan tangan terbuka kegiatan safari ramadhan ini. Menambah khidmat kegiatan ini, beberapa tokoh masyarakat dan ulama’ juga turut serta, tokoh-tokoh tersebut antara lain Bapak Mustofa, KH. Ahmad Sahlan, Bapak Santoso, Bapak Hartono, Bapak Sunardi, Bapak Ahmad Sutomo, Ustaz Ahmadi, Bapak Kuswoyo dan masih banyak lagi.

Safari Ramadhan di Cembor ini berlangsung dengan khidmat. Terangkai dengan apik mulai salat isya berjamaah, dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah diharapkan dapat mencapai tujuan kegiatan ini yaitu mempererat tali slilaturahmi dengan menunaikan ibadah bersama. Sangat menggambarkan antusias yang tinggi, kegiatan ini dihadiri kurang lebih lima puluh jamaah.

Sebagai umat yang berusaha berbuat baik kepada sesama, dalam kegiatan ini KH. Sami’an menyampaikan tentang peran Nahdlatul Ulama’ bagi masyarakat terhadap persatuan umat dengan selalu bersikap sabar dalam menghadapi ujian dalam bentuk apapun saat menjalankan ibadah puasa. Tak lengkap rasanya bila nasihat atau petuah baik dari para ulama’ disampaikan tanpa solusi dan saran terbaik.

Dalam mauidhohnya, KH. Sami’an mengimbau semua jamaah untuk memperbanyak membaca sayyidul istighfar dan doa Nabi Yunus, terutama di bulan suci Ramadhan. Mengharap kemurahan Allah ta’alaa yang memberikan ampunan dengan mengakui bahwa diri ini tak berdaya serta memuji kekuasaan-Nya.

Kontributor: Zanit, LTN NU Pacet

Related Posts

NU Online Mojokerto