Ngaji Rutin Kader NU Mojosari, Gus Barra : Ini 5 Perkara yang Menjadi Obat dari Hati yang Keras

Mojosari, NU Online Mojokerto – Pengajian rutin yang digelar oleh Kader NU Kecamatan Mojosari pada hari Selasa (15/02/22) terasa istimewa. Pasalnya pengajian tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati sekaligus Ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Gus H. M. Albarra, LC. HUM.

 

Kegiatan Ngaji rutin ini bertempat di Maqbaroh Almaghfurlah Bapak KH. Mahfudzi Ahmad, Dusun Lontar, Desa Kebondalem, Kecamatan Mojosari. Pada pagi hari, kegiatan diawali dengan Khotmil Qur’an hingga pukul 12.30 WIB dan berlanjut pada pukul 15.00 WIB dengan pengadaan pengobatan gratis dari team BASADA.

 

Pengobatan gratis ini membuat masyarakat sangat antusias sehingga mereka berbondong-bondong datang ke tempat Ngaji Selosoan di sore hari. Pengobatan gratis ini selesai menjelang maghrib.

 

Pada malam hari, tepat pukul 19.30 WIB, tokoh masyarakat setempat membacakan tahlil dan istighosah. Setelah pembacaan istighosah dilanjutkan dengan pembacaan sholawat nabi lalu sambutan-sambutan.

 

Gus Barra Gus H. M. Albarra, LC. HUM. hadir di tempat rutinan Ngaji Kader pada pukul 20.30 WIB dan didampingi langsung oleh anggota DPR yang kebetulan rumahnya berdomisili di Desa Ngimbangan, Kecamatan Mojosari.

 

Usai sambutan, pembacaan Kitab Nashoihul Ibad oleh Gus Barra dimulai. Dalam Ngaji Kitab kali ini beliau membahas 5 perkara yang merupakan bagian obat dari hati ketika hati keras.

 

“1. Duduk-duduk dengan orang-orang sholeh dan meminta nasehat orang-orang sholeh. Orang-orang yang ahli dengan kebaikan, hadir dalam majelis-majelis nasihat. Harus banyak diam dan menyendiri untuk menyelamatkan diri dari kebatilan. Banyak mendengar, sedikit berbicara. 2. Membaca Al-Qur’an dan mengangan-angan makna agar faham tafsir Al-Qur’an. 3. Menyepikan perut dan hati dari segala sesuatu yang tidak halal (karena segala sesuatu yang kita makan akan mendatangkan karakter, apabila yang kita makan haram maka akan mendatangkan karakter yang haram). Menghindari barang-barang yang syubhat,” terangnya.

 

 

Beliau juga menjelaskan untuk yang nomer 4 yaitu sholat malam dan ibadah di malam hari, yang dimaksud sholat malam itu sholat sunnah yang dilaksanakan setelah tidur. Apabila melaksanakan sholat malam akan mendapatkan maqom terpuji.

 

“Nomer 5 yaitu depe-depe berdo’a sambil menangis ketika waktu Subuh. Karena dunia tidak selamanya jadi kita harus mempersiapkan kehidupan yang kekal di akhirat,” tambahnya.

 

Dalam akhir kajian ilmu tersebut beliau mengajak para jamaah untuk mempersiapkan amal-amal di dunia untuk bekal di akhirat, tak lupa beliau juga mengajak para jamaah untuk bersholawat bersama.

 

“Mari dipersiapkan amal-amal kita, agar saat kita meninggalkan dunia ini kita mampu menikmati keindahan akhirat,” pungkasnya.

 

Kontributor : Mila Agustin

Related Posts

NU Online Mojokerto