Ngaji Kitab Menjadi Rutinitas Bulanan PAC Muslimat NU dan PAC Fatayat NU Dawarblandong

Ngaji Kitab Menjadi Rutinitas Bulanan PAC Muslimat NU dan PAC Fatayat NU Dawarblandong

Dawarblandong, NU Online Mojokerto – PAC Muslimat NU Kecamatan Dawarblandong gelar rutinan ngaji kitab pada hari Rabu (29/12/2021). Pada hari Jum’at Legi bulan Desember juga diadakan Ngaji Jum’at (Jimat) diadakan oleh MWC NU Dawarblandong dan dihadiri oleh semua banom NU yang berada di bawah naungan MWC NU kecamatan Dawarblandong.

 

Acara tersebut dihadiri oleh Bu Nyai Masrukhah (pembina PAC muslimat), Bu Kartik ( ketua PAC Muslimat), Sahabat Nur akromah SP.d ( ketua PAC Fatayat), dan

Ketua ranting beserta pengurus ranting Muslimat dan Fatayat se Kecamatan Dawarblandong.

 

Acara tersebut diisi dengan pembacaan rotibul Hadad dan pengajian kitab Babul Hadist oleh Bu nyai Masrukhah, berikut merupakan isi dari pengajian tersebut :

 

ﺍﻟﺒﺎﺏ ﺍﻟﺨﺎﻣﺲ ﻓﻲ ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ

 

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺍﻹﻳﻤﺎﻥُ ﻣَﻌْﺮِﻓَﺔٌ ﺑﺎﻟﻘَﻠْﺐِ، ﻭَﻗَﻮْﻝٌ ﺑِﺎﻟﻠِّﺴَﺎﻥِ، ﻭﻋَﻤَﻞٌ ﺑﺎﻷَﺭْﻛَﺎﻥِ

 

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda :

 

“Iman itu mengetahui dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan menjalankan dengan anggota badan”.

 

ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺍﻹﻳﻤﺎﻥُ ﻋُﺮْﻳَﺎﻥٌ ﻭَﻟِﺒَﺎﺳُﻪُ ﺍﻟﺘَّﻘْﻮَﻯ، ﻭَﺯِﻳﻨَﺘُﻪُ ﺍﻟﺤَﻴَﺎﺀُ، ﻭﺛَﻤَﺮَﺗُﻪ ﺍﻟﻌِﻠْﻢُ

 

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda :

 

“Iman itu telanjang dan pakaiannya adalah takwa, perhiasannya adalah rasa malu dan buahnya adalah ilmu”.

 

ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻻ ﺇﻳﻤﺎﻥَ ﻟِﻤَﻦْ ﻻ ﺃﻣَﺎﻧَﺔَ ﻟَﻪُ

 

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda :

 

“Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanat sama sekali”.

 

ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻻ ﻳُﺆْﻣِﻦُ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺤِﺐَّ ﻷﺧِﻴﻪِ ﻣَﺎ ﻳُﺤِﺐُّ ﻟِﻨَﻔْﺴِﻪِ

 

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda :

 

“Salah satu dari kalian tidaklah beriman sehingga mencintai untuk saudara kalian apa yang kalian cintai untuk diri kalian sendiri”.

 

ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺍﻹﻳﻤﺎﻥُ ﻓﻲ ﺻَﺪْﺭِ ﺍﻟﻤُﺆْﻣِﻦِ، ﻭﻻ ﻳَﺘِﻢُّ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥُ ﺇﻻَّ ﺑِﺘَﻤَﺎﻡِ ﺍﻟﻔَﺮَﺍﺋِﺾ ﻭَﺍﻟﺴُّﻨَﻦِ، ﻭَﻻَ ﻳَﻔْﺴُﺪُ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥُ ﺇﻻَّ ﺑِﺠُﺤُﻮﺩِ ﺍﻟﻔَﺮَﺍﺋِﺾِ ﻭَﺍﻟﺴُّﻨَﻦِ، ﻓَﻤَﻦْ ﻧَﻘَﺺَ ﻓَﺮِﻳﻀَﺔً ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺟُﺤُﻮﺩٍ ﻋُﻮﻗِﺐَ ﻋَﻠَﻴْﻬﺎ، ﻭَﻣَﻦْ ﺃﺗَﻢَّ ﺍﻟﻔَﺮَﺍﺋِﺾَ ﻭَﺟَﺒَﺖْ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔُ

 

Nabi Shollallohu alaihi waallam bersabda :

 

“ Iman itu dalam dada orang mu`min. Iman takkan sempurna terkecuali dengan sempurnanya fardlu-fardlu dan sunat-sunat. Iman takkan rusak terkecuali dengan mengingkari fardlu-fardlu dan sunat-sunat.

 

Barang siapa mengurangi satu fardlu tanpa inkar maka dia disiksa karena hal tersebut. Barang siapa menyempurnakan fardlu-fardlu maka wajib baginya surga”.

 

ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺍﻹﻳﻤﺎﻥُ ﻻ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﻭَﻻ ﻳَﻨْﻘُﺺُ ﻭَﻟِﻜﻦْ ﻟَﻪُ ﺣَﺪٌّ، ﺃﻱ ﺗﻌﺮﻳﻒ ﺑﺬﻛﺮ ﺃﻓﺮﺍﺩ ﻓﺮﻭﻉ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ، ﻓﺈﻥْ ﻧَﻘَﺺَ ﻓَﻔِﻲْ ﺣَﺪِّﻩ . ﻭَﺃَﺻْﻠُﻪُ ﺷَﻬَﺎﺩَﺓُ ﺃﻥْ ﻻ ﺇﻟٰﻪَ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺣْﺪُﻩُ ﻻ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ ﻭﺃﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ، ﻭﺇﻗَﺎﻡُ ﺍﻟﺼَّﻼﺓِ، ﻭﺇﻳﺘَﺎﺀُ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓِ، ﻭَﺻَﻮْﻡُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ، ﻭﺍﻟﺤَﺞُّ، ﻭَﻏَﺴْﻞُ ﺍﻟﺠَﻨَﺎﺑَﺔِ، ﻓَﻤَﻦْ ﺯَﺍﺩ ﻓﻲ ﺣَﺪِّﻩِ ﺯَﺍﺩَﺕْ ﺣَﺴَﻨَﺎﺗُﻪُ، ﻭَﻣَﻦْ ﻧَﻘَﺺَ ﻓِﻴﻪِ ﻓَﻔِﻴﻪ

 

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda :

 

“Iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang, akan tetapi iman ada batasnya, maksudnya diketahui dengan menyebutkan cabang – cabangnya iman. Jika iman berkurang, maka ia pada batasnya. Pokoknya iman adalah bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-NYA, Nabi Muhammad itu hamba dan utusan-NYA, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa ramadhan, naik haji, dan mandi janabah. Barang siapa tambah dalam batasannya, maka bertambahlah kebaikan-kebaikannya. Barang siapa berkurang imannya maka hanya berkurang batasanya”.