Home / KOLOM

Rabu, 20 April 2022 - 15:33 WIB

Mengapa Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur?

Ngoro, NU Online Mojokerto – 

Seperti Firman Allah SWT yang tertuang dalam Al Qur’an, berbunyi :

وَقُرْاٰنًا فَرَقْنٰهُ لِتَقْرَاَهٗ عَلَى النَّاسِ عَلٰى مُكْثٍ وَّنَزَّلْنٰهُ تَنْزِيْلًا

[wa qur’ânan faraqnâhu litaqra’ahû ‘alan-nâsi ‘alâ muktsiw wa nazzalnâhu tanzîlâ].

Dan Al-Qur’an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap. (QS. Al-Isra’: Ayat 106 (Juz 15)).

 

Al-Qur’an Al-Karim diturunkan secara berangsur-angsur memiliki hikmah yang agung dan rahasia yang besar, antara lain:

1. Meneguhkan hati Rasulullah SAW dan para sahabat di hadapan celaan, cemoohan dan permusuhan orang-orang kafir.

2. Penyejuk hati Rasulullah SAW dan para sahabat di saat turunnya wahyu.

Baca Juga:  Cetak Generasi Muda Yang Sigap Dan Tanggap Antar Sesama, PR NU Kunjorowesi Adakan Pelatihan Pemulasaran Jenazah

3. Relevansi penetapan hukum, disesuaikan kondisi sahabat dan umat pada saat itu. Sehingga mereka mudah menjalankan hukum yg ditetapkan oleh Al-Qur’an.

4. Memudahkan para sahabat dan kaum muslimin untuk menghafal dan memahami Al-Qur’an.

5. Menyesuaikan dengan peristiwa yang sedang terjadi di tengah kaum muslimin. Sehingga Al-Qur’an menjadi jawaban dan peringatan atas setiap peristiwa dan kejadian yang ada.

 

6. Memperkuat keyakinan bahwa Alquran adalah benar dari Allah. Ketika Alquran turun berangsur-angsur dalam kurun lebih dari 22 tahun 2 bulan 22 hari, kemudian menjadi rangkaian yang sangat cermat dan penuh makna, indah dan fasih gaya bahasanya, terjalin antara satu ayat dengan ayat lainnya bagaikan untaian mutiara, serta ketiadaan pertentangan di dalamnya, semakin menguatkan bahwa Alquran benar-benar kalam Ilahi, Zat yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.

Baca Juga:  Muhammad Kace: Perusak Citra Islam Yang "Tidak Kece"

 

Semoga kita diberi sehat wal ‘afiat, menjalankan puasa dengan semangat, membaca dan mempelajari Al-Quran dengan giat, agar ramadhan benar-benar berkah dan manfaat, amiin ya rabbal alamin.

 

Referensi:

At-Tibyan Fi Ulumil Qur’an Karya Syekh Muhammad ‘Ali Ash-shabuny, hal 35.

*Abah Hasan, LTN NU Kecamatan Ngoro

Share :

Baca Juga

KOLOM

Mengenal Pesantren Roudlotul Qurro’ Wal Munsyidin, Pesantren Berbasis Seni Islami

KOLOM

Pandangan Hukum Islam Tentang Penolakan Pemerintah Memulangkan WNI Eks ISIS

KOLOM

Hukum Mencium Mushaf Alquran Seusai Membacanya.

KOLOM

Apakah Lailatul Qadar itu?

KOLOM

Langit Desember Yang Murung : Mengenang Kepergian Gus Dur

KOLOM

Menghitung Kemungkinam Di Tengah Pandemi COVID-19

KOLOM

Tafsir Surah al-Baqarah Ayat 1: “Alif Laam Miim” Tidak Diketahui Maknanya, Untuk Apa Diturunkan?

KOLOM

Food Security Di Masa Pandemi