Lailatul Ijtima’ Ranting Jatijejer, MWCNU Trawas Sosialisasikan Program Kerja Strategis

Trawas, NU Online Mojokerto — Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Jatijejer menggelar lailatul ijtima’ yang rutin dilaksanakan setiap bulannya. Lailatul Ijtima’ merupakan kegiatan warga Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan di semua jenjang kepengurusan NU. Kegiatan bertempat di Masjid Roudlotul Jannah Dusun Tangkep Desa Jatijejer, Sabtu (5/2) malam.

 

Acara dimulai ba’da sholat maghrib. Diawali dengan sholat sunnah dilanjut dengan pembacaan istighosah oleh Ustadz Imron Alfanani. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara inti oleh Ustadz Mugik. Lailatul ijtima’ juga membahas kajian kitab Safinatun Najah yang diulas oleh Ustadz Imron Alfanani dan Kiai Huzaimi Muhsin.

 

Nampak hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus MWCNU Kecamatan Trawas, diantaranya adalah Kiai Huzaimi, KH. Nur Hasan, Ustadz Suaib Effendi, Ustadz Taufiq, Ustadz Faizin, Ustadz Sulton, Ustadz Supri.

 

Kegiatan ini sekaligus TURBA MWCNU ke ranting juga sosialisasi program kerja PCNU dan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Harlah NU yang ke 96.

 

Ustadz Suaib Effendi selaku Sekretaris MWCNU mensosialisasikan hasil musyawarah program kerja PCNU beberapa waktu lalu. Program kerja tersebut diantaranya terkait Pangkalan Data Berbasis KARTANU (Kartu Tanda Anggota NU), kotak infak NU (KOIN NU), penguatan Lembaga Pendidikan Ma’arif (LP Ma’arif), sedekah jelantah, percepatan wakaf, klinik aswaja, pembukaan kantor kas BMT, rencana pendirian Perguruan Tinggi NU, dan PCNU Awards. Beberapa program kerja tersebut akan dilaksanakan oleh MWC NU Kec. Trawas.

 

Pertama, KARTANU ini merupakan pedataan anggota NU, yang notabene Ormas Islam terbesar di Indonesia negara tercinta kita. Program ini akan dimulai bulan Mei yang akan dibawahi oleh beliaunya sendiri.

 

Kedua, koin NU adalah program kemandirian NU. Wujud kepedulian malliyah warga nahdliyin kepada organisasi. Koin ini akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan NU dan Banom dalam melaksakan program kerjanya.

 

Ketiga, penguatan Lembaga Pendidikan Ma’arif, yang rencananya akan di buka disetiap daerah, ujar. Hal ini perlu dilakukan supaya santri-santri tidak salah masuk sekolah/pesantren karena banyak lembaga pendidikan yang tidak jelas seperti kasus rumah tahfidz dan pesantren yang terafiliasi dengan kelompok-kelompok radikal. Beliau berpesan supaya warga nahdliyin tidak salah memasukkan anak-anak nya ke lembaga pendidikan yang tidak jelas. Jangan hanya melihat bangunannya yang megah, iklan yang menarik namun harus melihat kesanadannya juga.

 

Keempat, sedekah jelantah, program kepedulian terhadap lingkungan ini akan diselenggarakan disetiap ranting NU. Jelantah (minyak goreng bekas pakai) ini akan ditampung nanti dibeli untuk di daur ulang menjadi bio solar dan lainnya. “Daripada dibuang mubazir, lebih baik ditampung tidak mengotori lingkungan, bisa dijual. Selain itu, minyak goreng yang dipanaskan berkali-kali untuk memasak juga tidak baik untuk kesehatan,” jelasnya kepada nahdliyin.

 

Kelima, percepatan wakaf, program ini dipandang perlu dilakukan karena banyak masjid dan mushollah yang belum memiliki sertifikat wakaf. Dengan adanya program percepatan ini bisa membantu dan mempermudah wakif dalam pewakafan dan penerbitan sertifikat wakaf sehingga akan aman terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.

 

Keenam, klinik aswaja, yang merupakan pusat konseling warga nahdliyin dalam mencari solusi yang tepat atas permasalahan-permasalahan warga nahdliyin. “Intinya biar tidak salah bertanya kepada yang bukan ahlinya. Dengan demikian setiap permasalahan warga bisa mendapat jalan keluar dengan baik dan tentunya bardalil,” tambah Ustadz Suaib.

 

KH. Nur Hasan Ketua MWCNU Trawas menyampaikan mauidloh hasanah tentang pentingnya istiqomah dalam ibadah, apalagi di dalam bulan Rojab ini. Beliau menuturkan untuk menjauhkan murka Alloh, meredam murka Alloh adalah dengan meramaikan masjid, istiqomah berjama’ah dimasjid, saling cinta mencintai (menjaga ukhuwah) salah satunya dengan istiqomah lailatul ijtima’ di masjid ini dan memperbanyak membaca istighfar atau istighfar rojab. “Istiqomah beristighfar juga menjauhkan dari kesusahan, mendapatkan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka dan dijauhkan dari hal-hal yang buruk. Semoga dengan harlah NU yang ke 96 ini NU semakin besar dengan suksesnya program kerja yang sudah dan yang akan dilaksanakan kedepan.” Tutup beliau.

 

Acara ditutup dengan pembacaan Sholawat Maqom yang dipimpin oleh Ustadz Suaib Effendi, diiringi oleh grup banjari IPNU IPPNU Jatijejer, dan do’a oleh H. Zainuddin.

Pewarta: Yasin — Trawas

Related Posts

NU Online Mojokerto