Pendopo, NU Online Mojokerto.
Mabin PGPQ LP. Maarif NU Kabupaten Mojokerto menggelar wisuda untuk para guru guru Al-Quran di Pendopo Kabupaten Mojokerto pada Ahad (21/08).
Zainal Mahmud, ketua Panitia, menyatakan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam suksesnya wisuda. Ia memaparkan bahwa kuliah PGPQ telah dilakukan selama satu tahun dengan Gus Bara sebagai dosen perdananya. Kemudian dilanjutkan dengan KH. Abdul Adzim Alwi dan mam Masjid Sunan Ampel Surabaya. Setelah itu para guru Al Qur’an harus mengikuti ujian demi ujian.
Untuk diketahui, pendidikan Al Quran dilaksanakan ditempat yakni Pondok Jetak Balongmojo, Randu Bango-MojosariT Dan TPQ Al Azhar.
Dan untuk wisuda ini, Zainal Mahmud menyatakan, sebenarnya direncanakan akan dilaksanakan di Aula PCNU, tapi karena ada pembangunan, maka dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Mojokerto.
KH. Abdul Adzim Alwi, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto menyatakan rasa bahagia atas terselenggaranya wisuda PGPG ini.
“ini adalah keberkahan bagi PCNU. Bahkan juga menjadi keberkahan bagi Kabupaten Mojokerto semoga menjadi Baldatun Warobun Ghofur”
“Mojokerto sudah dilevel lima soal narkoba. Dengan adanya ustadz ustadzah yang diwisuda akan menjadi lentera bagi generasi memancarkan cahaya Al Qur’an. Insya Allah dengan itu anak anak kita tak akan terjun ke dalam narkoba” harap KH. Abd. Adzim Alwi
Gus Qoyum, yang menjadi pembicara tunggal menyampaikan bahwa guru Al Qur’an memiliki kedudukan yang istimewa. Hal ini sebagaimana disampaikan Allah dalam beberapa ayat yang menyebut Allah sendiri sebagai pengajar bagi Nabi Daud, Nabi Muhammad dan seluruh umat manusia.
Namun demikian, Guru Al Qur’an harus memiliki adab adab. Diantara rendah hati dihadapan sesama.
Tata Krama juga harus dikedepankan saat guru di depan kebenaran dan juga di depan syariat.
“Pembagian warisan kalau dihitung dengan hukum Islam anda dapat bagian sedikit, tapi kalau dikompromikan anda dapat banyak. Anda pilih mana?”












