Bersamaan dengan Kegiatan Lailatul Ijtima’ MWCNU Kecamatan Ngoro, Pengurus LDNU Ranting Kunjorowesi Resmi Dilantik

Ngoro, NU Online Mojokerto – Sebuah organisasi akan kuat harus di topang oleh kekuatan dan kekompakan anggota, maka dari itu Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama’ (LDNU) Ranting Kunjorowesi sudah mempunyai anggota yang dibilang lebih dari cukup untuk menjalankan kinerja sebuah roda organisasi keagamaan yang berada di tingkatan desa.

 

Berkat kesolitan dan kekompakan pengurus ketua lembaga yang ada di dalam naungan jam’iyah nahdlatul ulama’ kususnya LDNU yang di mandegani oleh H. Suhadi. Acara lailatul ijtima’ yang di laksanakan rutin setiap satu bulan sekali menjadi suatu keistiqomahan.

 

Lailatul Ijtima’ merupakan program kerja dari LDNU MWCNU di lakukan secara bergantian di tiap ranting NU yang ada di seluruh Kecamatan Ngoro, bertepatan pada hari Jum’at kliwon (14/01/21) acara lailatul ijtima’ bertempat di kediaman H. Suhadi Ranting Kunjorowesi sukses dilaksanakan.

 

Pada malam hari itu juga sekaligus di lakukan pelantikan pengurus lembaga LDNU ranting kunjorowesi, dan proses pelantikan di pimpin langsung oleh Gus Abdun Nafi’ selaku ketua LDNU MWCNU Kecamatan Ngoro dan disertai dengan santunan anak yatim sejumlah 150 anak.

 

Dalam Acara lailatul ijtima’ yang dihadiri oleh rais syuriah dan tanfidziyah MWCNU beserta jajaran pengurus, ketua lembaga MWCNU, pengurus ranting NU se kecamatan ngoro, dan seluruh pengurus banom NU yang ada di tingkat ranting.

 

Menurut KH.Suwandi A Marzuki Nur selaku ketua Tanfidziyah mengatakan dalam sambutannya bahwasanya lailatul ijtima’ adalah merupakan suatu amanah dari program LDNU, namun ada perubahan kalau dulu acara lailatul ijtima’ diawali dengan solat isya’ berjamaah lalu diteruskan dengan sholat sunah diantaranya sholat hajat, sholat tasbih, istighosah dan pengajian kitab, maka dari itu atas nama jajaran pengurus MWCNU akan tetap memegang erat erat kegiatan ini karena ini merupakan suatu amanah.

 

 

“Ngaji kitab sangatlah penting karena kitab adalah sumber dari segala ilmu dan tetap berpedoman pada al qur’an dan hadist, dan Alhamdulillah sampai saat ini kita masih bisa melestarikannya, sungguh ini merupakan suatu anugerah dan hidayah dari allah swt, dan mudah mudahan bisa langgeng istiqomah ila yaumil qiyamah,” terangnya.

 

Dalam kajian ngaji kitab “TANWIRUL QULUB” yang di sampaikan oleh KH. Ismail Ma’arif menerangkan fasal tentang beberapa jenis penyakit hati yang ada di dalam diri manusia, kita sebagai seorang mukmin tak lepas dari beberapa penyakit baik penyakit bathin maupun penyakit jasad.

 

Harapannya semoga warga NU selalu di selamatkan dan di jaukan dari segala jenis penyakit oleh Allah SWT, tepat pukul 22.00 WIB acara rutinan lailatul ijtima’ berakhir dengan di ahiri doa yang di pimpin oleh KH. Ismail Ma’arif.

 

Kontributor LTN NU Ngoro : Hasan

Related Posts

NU Online Mojokerto