Berbagi Kebahagiaan, LAZISNU MWC NU Mojosari Santuni Anak Yatim Desa Modopuro

Mojokerto, NU Online Mojokerto – Lembaga Amil Zakat Infaq Sodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Mojosari gelar kegiatan santunan anak yatim pada Selasa (08/02/2022) bertempat di Musholla Tanwirul Hidayah RT.03 RW.05 Dusun Gedang, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

 

Kegiatan tersebut dilakukan di selah-selah pengajian yang digelar oleh Alumni Pelatihan Kader Penggeran Nahdotul Ulama (PKPNU) yang dikoordinatori oleh Gus Muhammad Ahdal Sidqulloh Amin, atau sapaan akrabnya Gus Mad, yang mana kegiatan ini merupakan kegiatan rutin mingguan yang dilaksanakan setiap hari Selasa malam, yang berpindah-pindah Dusun dan Desa.

 

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk hilirisasi pengajian Ahlusunah Jamaah NU di desa-desa di Kecamatan Mojosari dan untuk meminimalisir gerakan radikalisme yang berada di Kecamatan tersebut.

 

Pada santunan anak yatim tersebut panitia menyiapkan bingkisan untuk anak yatim sebanyak 8 yang mana anak yatim tersebut merupakan anak-anak dari Desa Modopuro yang ditujukan untuk membahagiakan mereka.

 

Menurut Abah Mujahidin selaku ketua LAZISNU Kecamatan Mojosari saat diwawancarai melalui WhatsApp menerangkan bahwa para alumni PKPNU angkatan 12 yang dikoordinatori Gus Muhammad Ahdal Sidqullah Amin mengharapkan setelah PKPNU harus ada kegiatan kader rutin dan juga merangkul banom dan lembaga yang ada di MWC NU Kecamatan Mojosari.

 

“Awalnya dilaksanakan di kantor MWC NU, sehubungan di MWC kurang banyak yang menghadiri maka dirubah antara ranting, dan alhamdulillah sangat respon sekali pada banom lembaga masyarakat NU dan warga sekitar. Kegiatan dimulai Senin malam bersih-bersih lokasi rutinan oleh BANSER (Barisan Serbaguna), pagi diisi Khotmil Qur’an Bil ghoib oleh JQH NU , sore diisi oleh pengobatan gratis alternatif ala santri BASADA dan kemudian ba’da isya dimulai Istighosah, kemudian santunan anak yatim oleh lagi dilanjut sholawat Mahalul Qiyam dan ngaji kitab nasional Ibad dan kemudian terakhir ditutup dengan penceramah dan do’a oleh Gus Muhammad ahdal Sidqulloh Amin,” terangnya.

 

“Saya berharap mohon segenap pengurus MWC, banom, lembaga untuk ikut andil berpartisipasi mengikuti rutinan Ngaji Kader, agar terciptanya kebersamaan dalam mengemban tugas ke NU an dan juga dengan demikian kita bisa dipastikan guyub rukun Barokah antar badan otonom NU Se Kecamatan Mojosari,” pungkas beliau saat hendak pamit diwawancarai.

 

Kontributor : Feri Dwi S. & Mila Agustin

Related Posts

NU Online Mojokerto