Banjir Pasuruan, LPBI NU Mojokerto Bantu Evakuasi Warga

Mojokerto, NU Online — Banjir Sungai Rejoso (kali lanang) Kabupaten Pasuruan, berdampak pada beberapa desa seperti Desa Rejoso Lor, Desa Patuguran, dan juga desa lainnya. Sudah beberapa hari, air meluber dan menggenangi rumah warga dengan variasi ketinggian 20-100 cm. Sedikitnya sekitar 4800 Kepala Keluarga terdampak.

 

Atas kejadian ini, NU Peduli sinergi bersama. PCNU Kab. Pasuruan yang digawangi relawan LPBI NU, bersama Banser Ansor mendirikan Dapur Umum yang terpusat di area Masjid Al Baka Rejoso Pasuruan dan membagikan nasi bungkus sedikitnya 2000 per hari.

 

Dengan kondisi banjir yang semakin bertambah, pada Rabu (19/1) Poslap NU Peduli Kab. Pasuruan memperbanyak pasokan nasi bungkus. Tak hanya itu, kapasitas sekitar Kab. Pasuruan juga dikerjakan untuk membantu evakuasi warga.

 

Relawan LPBI NU Kab. Mojokerto pada Selasa (18/1) sore berkoordinasi dengan LPBI NU Kab. Pasuruan, dan LPBI NU Kab. Mojokerto memutuskan untuk memberangkatkan relawan dengan membawa beberapa alat yang dibutuhkan. Bekerja sama dengan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kab. Mojokerto dan didukung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Mojokerto memberangkatkan 8 personel, dua armada, tiga perahu karet, serta dua dus lauk pauk.

 

Sesampai di Poslap NU Peduli di Rejoso LPBI NU Mojokerto langsung koordinasi dan membagi tugas. Keesokan harinya (19/1) relawan dan segala alat yang dibawa terjun langsung di Desa Rejoso Lor untuk membantu evakuasi warga.

 

“Sampai sore hari kita bantu evakuasi warga dengan perahu karet, dibantu relawan lokal, serta relawan dari PDSI Jatim, RPAI Mojokerto, TSA dan Semar. ” Ungkap Anam Ketua LPBI NU Kab. Mojokerto.

 

Banjir kali ini merupakan kejadian bencana terbesar dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

 

Kontributor: Cak Anam – Ketua LPBI NU Mojokerto

Related Posts

NU Online Mojokerto