Antusiasme Nahdliyyin Trowulan Hadiri Lailatul Ijtima Terakhir MWCNU Trowulan

Trowulan, NU Online Mojokerto – Sebelum memasuki bulan Suci Ramadhan, MWCNU Trowulan menggelar Lailatul Ijtima terakhir di Masjid Nurul Hidayah Dusun Muteran Desa Kejagan Kecamatan Trowulan, Ahad Malam (06/03/2021) dengan sangat meriah dan antusiasme tinggi yang dapat dilihat dari membludaknya warga Nahdliyin yang memenuhi ruangan utama masjid, hingga aula masjid. Keadaan ini sempat membuat khawatir panitia kegiatan karena sangat berbeda pada Lailatul Ijtima’ yang sebelumnya dilaksanakan.

Acara dimulai dengan shalat isya berjamaah kemudian pembacaan ‘Ratibul Haddad’ dilanjutkan dengan shalat hajat dan tahlil. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan selawat mahalul qiyam yang dipandu oleh Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Nahdlatul Ulama (NU) Trowulan.

Kegiatan dihadiri oleh K.H. Syaiful Hadi selaku ketua MWC NU Trowulan, Sanuji Kepala Desa Kejagan, dan Badan Otonom (Banom) NU Trowulan.

Beberapa tokoh dan takmir memberikan sambutan-sambutan kemudian dilanjutkan pengajian rutin oleh K.H. Khoirul Huda tentang pentingnya salat berjamaah dan manfaatnya.

Mengutip kitab Isryadul Ibadh, KH Khoirul Huda menyampaikan bahwa ada 5 perkara yang akan didapatkan oleh orang yang istiqomah dalam melaksanakan salat berjamaah. 5 perkara tersebut meliputi; 1) Dimudahkan dalam mendapatkan rezeki halal barokah baik berupa rezeki ilmu bermanfaat, hidup sehat, anak berbakti kepada orang tua, dan kebutuhan kita dicukupi oleh Allah SWT, 2) Ketika Akhir hayatnya akan meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, 3) Ibadahnya akan menjadi lebih utama dibandingkan dengan para malaikat, hal ini akan membuat kita tidak akan dihisab oleh Allah SWT, 4) Ketika nanti melewati jembatan siratol mustaqim akan langsung seperti kilat karena rajin ibadah salat berjamaah, 5) Apabila rajin shalat berjmaah akan bisa masuk surga tanpa hisab.

Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Trowulan Chusul Khuluq menyampaikan bahwa lailatul ijtima ini merupakan yang terakhir karena menjelang bulan ramadan dan akan dibuka kembali setelah bulan ramadan. Kegiatan lailatul ijtima akan diganti dengan program safari Ramadhan oleh MWC NU. Kegiatan yang sangat tidak diduga karena kehadiran warga nahdliyyin Trowulan sangat banyak. Harapannya dengan semakin banyaknya jamaah setiap ranting bisa melaksanakan progam ‘amplopisasi’ yang digunakan untuk mendukung program MWC NU Trowulan.

“Alhamdulillah malam ini sangat tak terduga karena banyak jamaah yang hadir,” ucap Chusnul Khuluq.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Ranting NU Desa Kejagan Muhammad Sugeng yang senang sekaligus kaget akan membludaknya nahdliyyin Trowulan yang hadir pada lailatul ijtima di Desa Kejagan kali ini. Warga nahdliyin Desa Kejagan sangat mendukung dengan adanya lailatul ijtima kali ini, dan mengharapkan kesuksesan acara lailatul ijtima yang diadakan. Semoga kedepan kegiatan lailatul ijtima di desa atau ranting lain bisa seperti lailatul ijtima yang dilaksanakan di Desa Kejagan.

“Semoga di pertemuan lailatul ijtima di desa lain bisa semeriah kali ini agar syiar Islam lebih hebat lagi”. Harap Muhammad Sugeng.

Kegiatan ditutup dengan doa oleh Kiai Imam Syafii Rais MWC NU Trowulan dan ada beberapa pemberitahuan terkait kegiatan NU lainnya di Desa Trowulan.

Kontributor : Moch. Taufiq Zulmanarif ( LTN NU Trowulan)

Related Posts

NU Online Mojokerto