Jetis, NU Online Mojokerto– Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto kembali menggelar Diklat Administrasi untuk yang kedua kalinya dalam sejarah periodesasi PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Acara yang digelar dengan khidmat dan antusias di Graha MWCNU Jetis, Ngabar, Jetis, Mojokerto ini, mencakup sebanyak 47 peserta pelatihan yang masing-masing berasal dari 17 anggota IPNU dan 30 anggota IPPNU dari seluruh Pimpinan Ranting (PR) dibawah naungan PAC IPNU-IPPNU Jetis. (25/12)
Tentu saja, ini bukan perihal banyak atau sedikit peserta yang hadir. Sebagaimana bukan tanpa alasan PAC IPNU-IPPNU Jetis menginisasi terlaksananya Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Administrasi ini. Hal ini memang difokuskan untuk para sekretaris dan ketua Pimpinan Ranting.
“Administrasi seharusnya perlu disadari oleh siapapun dalam organisasi. Meskipun, pada intinya, penugasan tersebut telah diembankan kepada sekretaris. Sebab, lebih dari itu, wajah organisasi akan nampak elok ketika didukung dengan tertibnya administrasi. Jadi, sebenarnya alasan diadakannya Diklat Administrasi ini adalah selain menata kembali tatanan administrasi yang baik dalam tubuh organisasi, namun juga menegaskan kembali kesadaran bahwa disiplin administrasi adalah salah satu gerbang kemajuan oganisasi. Maka dari itu, pada Diklat Administrasi ini kami memfokuskan agar diikuti oleh sekretaris dan ketua PR masing-masing,” terang Rekan Jamil Fatkhur Rohman selaku Ketua Pelaksana Diklat Administrasi Jilid 2 ini.
Tema yang bertajuk “Memaksimalkan Organisasi dengan Cerdas Beradministrasi” juga merupakan harapan dan output kegiatan ini. Seperti yang sering kita dengar, bahkan mungkin kita alami, bahwa seringkali kita masih kebingungan menyusun berkas dan ihwal surat-menyurat yang baik ataupun yang lainnya. Ketika justru itu adalah satu hal yang krusial di dalam organisasi. Melalui pernyataan Rekan Jamil tadi, seakan sudah waktunya kita melipir dan duduk sebentar menengok ulang bagaimana wujud administrasi kita.
“Jika administrasi memang dipandang sebagai—salah satunya adalah—vitalitas organisasi, maka sudah seharusnya kita menjaga keberlangsungannya. Oleh sebab itu, guna meminimalisir administrasi yang kurang sehat, maka harus lebih tahu secara utuh tentang wujud administrasi yang baik itu sendiri,” jelas Rekan Muhammad Miftakhurrozaqi Hakim selaku Ketua PAC IPNU Jetis.
Melalui sambutan masing-masing diatas, seakan kita perlu menekankan bahwa memang administrasi adalah hal yang tidak boleh hanya dianggap ada, melainkan juga penting. Pada Diklat ini, menggandeng Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kabupaten Mojokerto, Rekanita Khurrotul Azizah sebagai pemateri administrasi IPPNU dan Rekan M. Aqim Al Mizan selaku Sekretaris PC IPNU Kabupaten Mojokerto sebagai pemateri administrasi IPNU.
Sebagai hal yang paling mendasar dan ujung tombak organisasi, sudah seharusnya administrasi tidak dikesampingkan keberadaannya,bukan hanya dipandang sebagai pelengkap semata. Sebagai pelajar dan generasi kepanjangan NU, sudah seharusnya kesadaran menyeluruh mulai ditanamkan. Sebenarnya, administrasi dan kaderisasi pun saling berkaitan. Sebab, organisasi dengan mengabaikan organisasi akan amburadul. Kemudian, organisasi tanpa kaderisasi tidak akan berjalan maksimal.
Sehingga, ketepatan dilaksanakannya kegiatan ini juga dimaksudkan ingin menghidupkan kembali semangat serta patuh administrasi demi terwujudnya organisasi yang tertib. Merawat kesadaran akan pengupayaan tertib administrasi pun diharapkan akan melahirkan generasi yang tak hanya cakap membaca peluang, bijak menyikapi realitas, tetapi juga beradministrasi dengan cerdas.
Semangat belajar yang tercermin oleh para peserta, seakan menunjukkan bahwa keseriusan menata kembali organisasi melalui melek administrasi. Sebab, organisasi pula tergantung siapapun yang ada didalamnya. Dalam kegiatan ini, mereka tak hanya disuguhkan materi semata. Tetapi juga disertai praktek surat-menyurat di akhir sesi.
Khidmat dan antusiasnya acara ini juga didukung oleh siapapun yang terlibat di dalamnya. Lalu, pada akhir acara ini, ditutup dengan pemberian cinderamata kepada pemateri yang diberikan oleh masing-masing ketua PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Jetis, Rekan Berliana dan Rekan Zaki. Kegiatan telah ditutup dengan bonus atau rewards kepada 2 (dua) PR yang telah serius praktek dan minim kesalahan dalam penulisan suratnya. Lebih daripada itu, keberlangsungan diklat atau belajar administrasi melahirkan harapan agar kegiatan semacam ini tidak selesai sekali saja. Tetapi, terus berkelanjutan demi membentuk SDM organisasi yang unggul, khususnya bidang administrasi.
Kontributor: Syafaatin Fransiska Yuliandra












