PAC Fatayat NU Sooko Gelar Kombinasi di Mojoranu

Sooko, NU Online Mojokerto – Masih dalam rangkaian Peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri 2022, PAC Fatayat NU Sooko menggelar acara Kombinasi pada Ahad (30/10) di Masjid Baitul Mukminin, Mojoranu, Kecamatan Sooko. Kegiatan Kombinasi ini diikuti oleh sahabat-sahabat fatayat dari 28 ranting se-Kecamatan Sooko

Pra acara diisi oleh Khotmil Qur’an dilanjutkan tahlil dan istighosah. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat Suci al-Quran dibawakan oleh sahabat Nur Fitria Ningsih dan sambutan. Dalam sambutannya, Hj. Khoirun Nisa’ sebagai Ketua PAC Fatayat NU Sooko, menyatakan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan Kombinasi ini. Sebab kegiatan ini  telah vakum 2 tahun karena pandemi covid 19.

Pesan dari sahabat yg berasal dari desa Karang kedawang ini agar selalu berkhidmat pada NU tanpa memandang siapa Ketua juga pengurusnya.

Sambutan keempat oleh Ketua MWCNU H Sampirno, ST, MT menggetarkan semangat sahabat fatayat agar mempertahankan loyalitas berkhidmat pada NU.

“Mari sahabat-sahabat kita noto ati sing mantep. Tanamkan pada jiwa. Sekali NU tetap NU. Sekali Fatayat tetap fatayat” seru Abah Sampir.

Beliau juga membedah sejarah ulama Syamsudin Nur dari Martapura, Banjarmasin. Kearifan budi para pemudi disana. Tiada dijumpai perempuan memakai celana, duduk nyengklak ketika dibonceng, tak ada tempat hiburan malam, wilayah negeri yang kaya akan budi juga harta yang melimpah. Angkutan gratis, ojek gratis sampai SPBU pun gratis. Hal itu dikarenakan karomah wali kutub yang lahir pada tahun 1962 yang bernama Syeikh Muhammad Zaid bin Abdul Ghani yang lebih dikenal dengan sebutan Abah Guru Sekumpul . Beliau mempunyai anak angkat yang bernama Nike Ardila. Penyanyi yang meninggal pada 19 Maret 1995 ini baik perangainya, tak pernah mempunyai rasa mangkel dan tidak pernah menghina orang sehingga banyak peziarah datang ke makamnya.

Baca Juga:  Cegah Pelecehan Sexual di TPQ, PC. Fatayat Mojokerto Gelar Road Show Goes To TPQ

Sahabat Itha Nur Syamsiyah, SH. I selaku Ketua PC Fatayat NU memberikan sambutan yang kelima. Beliau memberi motivasi sahabat-sahabat fatayat bahwa NU menjadi ladang berjuang bersama, rela mencurahkan fikiran, waktu, materi. Semoga di alam barzah nanti kita berkumpul di bawah bendera NU, diakui sebagai santri mbah Hasyim Asy’ari.

Sahabat asal desa Dlanggu tersebut juga mengadakan Sosialisasi Program PC fatayat, antara lain setiap ketua PR diharapkan sudah mengikuti LKD, dibentuknya Forum Daiyah Fatayat (FORDAF), Pendataan secara tertulis dan elektrik sehubungan dengan kader fatayat serta peran penting dakwah fatayat di medsos.

Baca Juga:  Diba' Kubro Sukses Digelar, Ketua Fatayat Mojosari : Fatayat Wajib Kompak dan Rukun

Di sela-sela waktu, diadakan pengundian beaneka doorprize, doorprize pertama untuk reward bagi ranting yang hadir dengan jumlah anggota terbanya. Doorprize selanjutnya sesuai kupon yg beruntung.

Di penghujung acara diisi Mauidhotul Hasanah dan diakhiri do’a oleh Ning Nurul Hidayah, M. Pd. Beliau memaparkan 3 perkara yang perlu kita ajarkan pada putra-putri kita, yaitu Cinta pada Nabi Muhammad, Cinta pada sahabat Nabi Muhammad dan Cinta pada Al-Quran. Selain itu juga pembentukan Struktur FORDAF PAC Sooko.

Kontributor LTN-NU SOOKO