Warta  

120 Dai dan Khatib se-Mojokerto Peroleh Materi Islam Wasatiyah dari Rais PBNU

Sooko, NU Online Mojokerto – Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto menggelar Silaturahmi Bersama Dai dan Khotib SE Kabupaten Mojokerto pada Kamis (22/09) di Masjid Agung Darussalam Gemekan, Kecamatan Sooko.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Bupati diwakili oleh Kepala Kesbangpol, Nugroho, Forkopimda, Kepala Kemenag, Kapolsek Sooko dan Ketua MWC Sooko, serta 120 dai dan khatib se-Kabupaten Mojokerto.

Hadir pula, tiga narasumber yang memberi materi pada pertemuan tersebut yakni Rais ‘Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, Direktur Aswaja NU Centre PWNU Jawa Timur dan Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, KH Ma’ruf Khozin serta mantan Napiter, Abu Fida al.Syamsudin umar.

Menurut Kanit 1 Subdit Kontra Ideologi, Densus 88 Anti Teror, AKBP Moh Dofir, S.Ag, SH, MH mengatakan, silaturahmi dai dan khatib di Kabupaten Mojokerto tersebut merupakan kegiatan yang ke 17 dari rangkaian yang telah dilaksanakan diberbagai daerah. “Kegiatan ini salah satu pencegahan agar dai dan khotib satu persepsi supaya Indonesia Damai,” ungkapnya

Baca Juga:  Memutus Sebaran Covid-19, Tim Relawan Gabungan Semprot Lingkung Berat Kulon

Masih kata Kanit 1 Subdit Kontra Ideologi, para dai dan khotib diharapkan menyampaikan khotbah kepada jamaah tidak diluar khoridor Islam. Tujuannya tidak lain untuk menciptakan Indonesia Damai.

“Itu yang kita antisipasi. Dua sifat ini, tidak ada dalam diri kita, insya Allah diri kita damai dan masyarakat juga damai. Hal ini harus didukung semua instansi terkait baik para dai, para khotib dan masyarakat supaya kita ini satu kesatuan. Jangan sampai pecah belah,” katanya.

Ajaran Islam Wasathiyah di Bumi Nusantara ini diharapkan agar terus disampaikan dalam setiap khotbah. Wasathiyah sendiri adalah ajaran Islam yang mengarahkan umatnya agar adil, seimbang, bermaslahat dan proporsional. Ajaran ini sering disebut dengan kata ‘moderat’ dalam semua dimensi kehidupan.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Mojokerto, Nugraha Budi Sulistiya mewakili Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengucapkan terima kasih Kabupaten Mojokerto menjadi atensi dari Densus 88 Anti Teror. “Data dari BNPT, index kerawanan terorisme, Kabupaten Mojokerto nomor 3 di Indonesia. Yakni setelah Depok dan Solo,” ujarnya.

Baca Juga:  Spesial Ramadhan, Pengajian Rutin Sabtu Kliwon Perdana MWCNU Mojosari Hadirkan Gus Barra

Mojokerto menjadi daerah penyuplai faham radikalisme, lanjut Nugroho, indikator tersebut mengarah ke sana. Sehingga Silaturahmi Bersama Dai dan Khotib dalam Rangka Penguatan Islam Wasathiyah untuk Indonesia Damai yang digelar Densus 88 Anti Teror diharapkan bisa mencegah radikalisme yang menjadi benih terorisme di Kabupaten Mojokerto.

Selain itu, Densus 88 Anti Teror juga memberikan buku khotbah yang isinya agar menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan khutbah yang menyejukkan.