Wujud Toleransi, Banser Sidoharjo dan Pemuda GKJW Amankan Ibadah di Empat Masjid

Gedeg, NU Online Mojokerto – Satuan Koordinasi Kelurahan (Satkorkel) Banser Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, menyebar personelnya untuk melakukan pengamanan (PAM) ibadah di empat masjid strategis di wilayah setempat. Aksi ini merupakan komitmen rutin Banser dalam memberikan rasa aman dan kekhusyukan bagi masyarakat dalam beribadah. Sabtu pagi (21/03/2026)

Ketua Banser Satkorkel Sidoharjo menyampaikan bahwa langkah ini adalah bentuk pengabdian nyata kepada umat.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh rangkaian ibadah berjalan tertib. Ini adalah mandat organisasi untuk selalu hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Turun Level 3, MWCNU Kecamatan Mojoanyar Bersiap Gelar Sejumlah Kegiatan Ke-NU-an

Sebaran Empat Titik Pengamanan

Untuk memastikan jangkauan keamanan yang maksimal, personel Banser dibagi ke dalam empat titik utama di Desa Sidoharjo, yakni:

  1. Masjid Nur Al Alim

  2. Masjid Al Ikhsan

  3. Masjid Al Huda

  4. Masjid Al Hidayah

Di setiap lokasi, para personel tidak hanya berjaga di pintu masuk, tetapi juga aktif membantu pengaturan lalu lintas bagi jamaah dan memantau kondisi lingkungan sekitar masjid agar tetap kondusif.

Baca Juga:  Satkorcab Banser kabupaten Mojokerto dirikan 16 pos mudik hari raya Idhul Fitri 2024

Sinergi Banser dan Pemuda GKJW

Pemandangan unik terlihat di Masjid Al Hidayah. Tak hanya Banser, pengamanan di lokasi tersebut juga dibantu oleh sejumlah pemuda dari Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Tumpak.

Sinergi antara pemuda lintas agama ini menjadi potret nyata toleransi di akar rumput. Kehadiran pemuda GKJW dalam membantu Banser menjaga masjid menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk merawat persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah basyariyah).

Inilah wajah asli Indonesia, khususnya di Sidoharjo. Kami saling menjaga, saling menghormati. Saat teman-teman Muslim beribadah, kami ikut memastikan semuanya lancar, begitu juga sebaliknya,” ungkap salah satu perwakilan pemuda gereja.

Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam memperkokoh kerukunan antarumat beragama. Semangat gotong royong ini membuktikan bahwa persatuan bangsa dapat dimulai dari aksi sederhana di tingkat desa.

Penulis : LTN NU Gedeg

Editor   : Moch Taufiq Zulmanarif