Peringati Nuzulul Qur’an, Pemkab Mojokerto Undang Para Kiai NU

NU Online Mojokerto –┬áMemperingati Nuzulul Qur’an, Pemerintah Kabupaten Mojokerto mengundang para Kiai NU Mojokerto di Pendopo pada Kamis malam (28/04).

Menurut Ketua Panitia, Dr. Didik Khusnul Yaqin S. Sos, selain mengundang Kiai NU, juga mengundang tokoh tokoh Muhammadiyah dan LDII.

Tampak hadir dalam acara tersebut, KH. Ali Masyahdi (Tokoh NU Mojokerto), KH. Kholil Arphepy (Ketua MUI Kabupaten Mojokerto), KH. Abd. Adzim Alwi (Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto).

Dari unsur pemerintah, hadir Bupati Mojokerto, Ketua DPRD Mojokerto, Sekertaris Daerah, Kementerian Agama, Forkompida, Polres Kabupaten/Kota Mojokerto, Dandim 0815/Mojokerto, Camat serta para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Didik Khusnul Yaqin menjelaskan maksud acara digelar. Menurutnya hal ini dalam rangka memperbanyak ibadah dan syiar Islam pada bulan ramadan serta menjalin sinergisitas antara ulama dan umara.

Bupati Mojokerto, dr. Ikfina Fahmawati M.Si, menyampaikan bahwa di lingkungan pendopo Majatama, selama bulan ramadan, melaksanakan aktivitas keagamaan seperti tadarus, sholat tarawih dan juga melaksanakan itikaf di Masjid pada malam malam ganjil.

Hal ini dikarenakan oleh pemerintah memperbolehkan melakukan aktivitas kegiatan pada kabupaten Mojokerto yang berada pada level 1. Meskipun demikian, kata Bupati Mojokerto ini, pemerintah daerah serta ASN tetap diberi batasan batasan kegiatan seperti buka bersama dan kegiatan kegiatan besar lainnya. Sehingga biasanya ada acara buka bersama antara ulama dan Umara di Pemkab, maka pada tahun ini diganti dengan acara Nuzulul Quran ba’da tarawih.

Sinergitas antara ulama dan umara kata Bupati sangat diperlukan terutama dalam menyelesaikan persoalan persoalan di wilayah Mojokerto. Seperti kasus Narkoba. Selain akan mendirikan pusat pusat rehabilitasi di Kabupaten Mojokerto, juga menguatkan basis pendidikan TPQ sebagai benteng masyarakat untuk tidak masuk ke dalam godaan narkoba.

Selain Narkoba, persoalan lainnya adalah disrupsi teknologi. “Perkembangan teknologi begitu cepat. Sedang kita belum siap mengikutinya. Padahal pengaruh teknologi memerlukan kerjasama untuk menyelesaikan beragam persoapan dari pengaruhnya,” ucap dr. Ikfina.

Acara selanjutnya diisi dengan Mauidoh Hasanah oleh KH. Khusein Ilyas. Dalam Mauidoh Hasanahnya, KH. Khusein Ilyas menyampaikan tentang kehebatan Al Qur’an yang bisa merubah karakter seorang Sayyidina Umar, yang awalnya kafir menjadi Muslim yang ditakuti oleh setan.

Related Posts

NU Online Mojokerto