Peringati Harlah IPNU Ke-68 Tahun, PAC IPNU IPPNU Kutorejo Gelar Ziarah Muassis

Kutorejo, NU Online Mojokerto — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto melakukan Ziarah ke Makam Muasis lokal yang ada di Kecamatan Kutorejo pada Kamis (24/2/2022).

 

Kegiatan ziarah ini dilakukan untuk memperingati hari lahir ke-68 tahun, yang telah berdiri sebagai suatu wadah organisasi keterpelajaran di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang dikirimkan oleh Kyai Haji Tolha Mansyur pada 24 Februari tahun 1954.

 

Kegiatan ziarah ini melibatkan kurang lebih 30 anggota dan kader, berasal dari pengurus dan ranting IPNU IPPNU se-Kecamatan Kutorejo. Kegiatan ini juga dihadiri oleh rekan Amir selaku ketua IPNU Kutorejo, komandan Veri sebagai Komandan CBP, rekan Rico Maulida sebagai Wakil ketua 2 bidang Kaderisasi, serta jajaran pengurus lainnya juga ikut andil dalam kegiatan ziarah ini.

 

Rangkaian kegiatan ini dimulai pada pukul jam 20.00 berangkat dari Tri menuju ke makam pertama, almarhum KH. Mas’ud (pendiri Pondok pesantren Darul Muwahidin). Kemudian dilanjutkan ke makam kedua yakni makam Almarhum Nyai Chotijah (mantan ketua Muslimat PC Kabupaten Mojokerto), dan terakhir ke makam almarhum KH. Amir, Yai Muchdor, Yai Faiz, Fai Afif (Muassis MWC NU Kutorejo).

 

Tepat pada pukul 21.45 kegiatan Ziarah selesai dan dilanjut dengan ramah tamah di Warung Kopi Desa Pesanggrahan.

 

Menurut ketua IPNU Kutorejo, Rekan Amir yang juga pengagas kegiatan ziarah mengatakan bahwasannya kegiatan ziarah ini langsung terpikirkan begitu saja tidak terencana karena ada momen peringatan hari lahir IPNU yang ke-68. “Saya dan rekan-rekanita pengurus harian ingin mendekatkan dan mengenal muasis pendiri NU di Kecamatan Kutorejo yang sudah mendahului kita. Disamping itu juga sebenarnya kegiatan Ziarah ini sudah masuk di dalam program kerja departemen dakwah, yang mana akan diselenggarakan pertengahan tahun, berhubung pada bulan Februari ada momentum harlah IPNU akhirnya diajukan sekarang,” tuturnya saat diwawancarai tim NU Online Mojokerto.

 

Lebih lanjut Amir menjelaskan, “Output dari kegiatan ini agar kita tidak melupakan sejarah pendahulu kita penggerak dan pendiri NU di kecamatan Kutorejo.”

 

Muhamad Ulin Nuha, sebagai koordinator organisasi menegaskan sebagai pelajar di organisasi IPNU sudah seharusnya kita tidak melupakan sejarah kita, yakni dengan kita menjarah para pendiri-pendiri NU. Di sisi lain, kegiatan ini merupakan suatu budaya yang yang harus kita lestarikan dan disamping itu juga, selain kita memiliki kesibukan di organisasi, pada momentum ziarah inilah kita juga bisa mengasah jiwa spiritual kita.

 

“Selain itu saya berharap kedepannya ziaroh ini tidak terbatas, maksudnya ziarohnya lebih luas lagi langsung ke pendiri IPNU yang ada di Jogjakarta dan lainnya, kemudian selain ziaroh disisi lain harus kita bukukan untuk pengingat dokumentasi dan sejarah yang nanti akan jadi bacaan untuk rekan-rekan PAC yang lainnya.” Pungkas pemuda asal Karangdiyeng tersebut.

 

Kontributor : Feri Dwi Sukamto

Related Posts

NU Online Mojokerto