Penutupan Jam’iyyah Diba’ Kubro, PAC Fatayat NU Ngoro Hadirkan Kyai Lapindo

Ngoro, NU Online Mojokerto

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Ngoro mengadakan giat Akhirussanah atau Penutupan Sementara kegiatan rutin Diba’ Kubro yang biasanya dilaksanakan sebulan sekali, penutupan kali ini bertempat di wilayah Dusun Donokrejo Desa Jasem, Ahad (13/03).

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MWC NU Kecamatan Ngoro, Ketua PAC Muslimat Ngoro, Ketua PAC Fatayat Ngoro, Ketua PAC GP Ansor Ngoro, pemerintahan Desa Jasem yang diwakili oleh kepala desa, Dewan Muspika Kecamatan Ngoro yang diwakili oleh Camat Ngoro, KH Sunari Alawi sebagai penceramah agama dari Sidoarjo yang dijuluki dengan Kyai Lapindo, beserta jama’ah nahdliyyin yang ada di wilayah Kecamatan Ngoro.

Imam Hanafi Kepala Desa Jasem menyampaikan selamat datang kepada warga nahdliyin dari manapun berada di Desa Jasem. “Semoga kegiatan kubroan ini bisa membawa manfaat keberkahan dan bisa menambah jalinan silaturrahmi antar sesama,” harapnya.

Beliau memohon maaf karena kegiatan kubroan ini sempat tertunda, yang rencananya dilaksanakan di bulan kemarin akan tetapi terpaksa ditunda, setelah ada instruksi dari pemerintah. “Melihat kondisi dan situasi keadaan di wilayah Mojokerto statusnya naik menjadi level 3. Jadi kita tidak berani memberikan izin tentang aktifitas yang bernuansa massal, akan tetapi alhamdulillah pada kali kegiatan kubroan Fatayat bisa terlaksana berkat doa dan dukungan dari semua pihak,” ucapnya.

KH. Suwandi Marzuki Nur selaku ketua MWCNU Kecamatan Ngoro dalam sambutannya mengatakan syukur alhamdulillah saat ini kita bisa berkumpul kembali dalam keadaan sehat wal afiat, mudah-mudahan semoga barokahnya kegiatan ini kita semua diberi kesehatan dhohir bathin dan selalu bisa istiqomah di dalam menjalankan kegiatan keagamaan. “Kami atas nama pengurus MWCNU Kecamatan Ngoro mengucapkan terimakasih kepada pengurus PAC Fatayat Ngoro atas terselenggaranya kegiatan kubro rutin bulanan ini,” syukurnya.

Kyai Marzuki juga berpesan dalam suatu hadist yang artinya ‘Barang siapa yang melakukan kebaikan dan hatinya yakin percaya kepada Allah SWT bakal diberi dengan kehidupan yang baik pula’ dalam tanda kutip kehidupan yang barokah baik, sehat, keluarga yang sakinah, dan rezekinya. “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa istiqomah ila yaumil qiyamah sampai anak turun kita,” harapnya.

Mudah mudahan dengan diadakan penutupan giat rutinan ini tidak berdampak merosotnya semangat dan keguyupan para anggota di dalam melaksanakan setiap kegiatan.

Pewarta: Hasan – Ngoro

Related Posts

NU Online Mojokerto