Usia 92 tahun bukanlah sekadar deretan angka bagi Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Ia adalah sebuah prasasti panjang tentang pengabdian, penjagaan tradisi, dan kecintaan pada NKRI. Tahun ini, peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 GP Ansor tidak dirayakan sekadar dengan ingar-bingar seremonial di panggung megah, melainkan ditarik kembali ke denyut nadi paling murni dari organisasi ini, yaitu kekuatan Grassroots.
Mengusung semangat Refleksi Bersama, perayaan harlah tahun 2026 ini dirancang sebagai orkestrasi gerakan yang melibatkan seluruh jajaran di tingkat Ranting, menjalar ke Pimpinan Anak Cabang , hingga bermuara di Pimpinan Cabang.
Memadukan Tradisi, Apresiasi, dan Inovasi Zaman
Peringatan Harlah ke-92 ini dibingkai dalam rangkaian agenda yang mempertemukan kedalaman spiritual dan kreativitas modern. Sebagai pembuka gerbang keberkahan, Khotmil Qur’an Serentak digelar. Dari surau-surau kecil di pelosok desa hingga masjid-masjid agung di perkotaan, lantunan ayat suci menggema, menyatukan frekuensi batin puluhan ribu kader Ansor di seluruh penjuru Kabupaten Mojokerto.
Namun, Ansor sadar bahwa menjaga tradisi juga berarti harus relevan dengan zaman. Sebuah Short Movie Competition (Kompetisi Film Pendek) dihelat untuk mewadahi kreativitas sineas-sineas muda Nahdliyin. Melalui lensa kamera, mereka merekam realitas, dakwah kultural, dan nilai-nilai ke-Ansor-an yang membumi.
Tak berhenti di situ, sorotan tajam juga diarahkan kepada kader yang selama ini bekerja dalam sunyi di tingkat bawah melalui Ranting Ansor Award. Ini adalah bentuk penghormatan tertinggi dari pimpinan cabang kepada pimpinan ranting yang berhasil menghidupkan roda organisasi, menggerakkan ekonomi warga, dan menjaga harmoni di tingkat desa. Pesannya jelas, tanpa Ranting yang kokoh, tak akan ada pimpinan cabang yang tegak berdiri.
“Ranting Award adalah manifestasi pengakuan organisasi yang paling utuh. Melalui ajang ini, kita memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras, ketangguhan, dan dedikasi pimpinan ranting yang selama ini menjadi fondasi paling kokoh bagi tegaknya Gerakan Pemuda Ansor.” Tegas Dharmawan selaku ketua panitia harlah.
Oase di Mojokerto : Saat Seragam Loreng Menunduk Melayani Warga
Dari sekian banyak rangkaian acara, ada satu potret yang paling mencuri perhatian dan menyentuh sisi kemanusiaan terdalam. Di Kabupaten Mojokerto, semangat Harlah diterjemahkan dalam bentuk Bakti Sosial (Baksos) Serentak oleh Satkoryon Banser se-Kabupaten Mojokerto.
Seragam loreng kebanggaan Banser tidak dipakai untuk unjuk kekuatan di jalanan. Ratusan anggota Banser akan menyebar ke seluruh pelosok desa. Tangan-tangan kokoh yang biasa terkepal saat apel kesetiaan, nanti akan disibukkan dengan mengayunkan sapu, mengepel lantai, dan membersihkan debu di masjid-masjid, musholla, hingga kantor-kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) NU.
Tidak ada sekat. Para anggota Banser membaur dan berkeringat bersama warga setempat. Gerakan bersih-bersih ini bukan sekadar urusan kebersihan fisik bangunan, melainkan sebuah simbolisasi membersihkan hati dan menegaskan kembali khittah Banser sebagai benteng ulama sekaligus pelayan masyarakat (khadimul ummah). Pemandangan di Mojokerto ini akan menjadi oase yang menyejukkan, membuktikan bahwa kekuatan sejati Ansor dan Banser terletak pada kehadirannya yang bermanfaat langsung bagi umat.
Seluruh rangkaian kegiatan yang bergerak dari Ranting hingga ke cabang ini pada akhirnya akan berhilir pada Puncak Harlah Ansor. Malam puncak bukan sekadar penutupan acara, melainkan sebuah ruang kontemplasi akbar. Di titik itulah, setelah Al-Qur’an dikhatamkan, karya-karya film pendek diapresiasi, pahlawan-pahlawan Ranting diberi penghargaan, dan keringat bakti sosial Banser telah mengering menjadi amal jariyah, seluruh kader akan duduk bersama. Mensyukuri 92 tahun perjalanan, sembari menatap ke depan. Harlah ke-92 ini telah mengirimkan pesan yang sangat kuat. GP Ansor akan terus hidup dan membesar, bukan karena siapa yang duduk di struktur elit, melainkan karena akar rumputnya yang terus disiram dengan pengabdian yang tulus. Dari desa, Ansor merawat Indonesia.
“Harlah ke-92 ini adalah simfoni milik seluruh kader Ansor. Layaknya sebuah pohon besar, kehidupan tidak hanya berpusat di dahannya, melainkan dihidupi oleh akarnya. Hari ini, gemuruh itu bersatu, bergerak beriringan dari akar ranting terbawah hingga ke puncak tertinggi pimpinan. Mari bersama turut andil mensukseskan acara harlah ini. Kita berikan yang terbaik dari segala yang terbaik” Tutup Sahabat Dharmawan. (Nuruddin).
Perlu dicatat, agenda harlah ansor :
Short Movie Competition : 1 s.d 17 April 2026
Ranting Ansor Award : 1 s.d 10 April 2026
Khotmil Qur’an PAC Se-Kabupaten Mojokerto : 12 April
Bakti Sosial Satkoryon Se-Kabupaten Mojokerto : 19 April 2026
Puncak Harlah GP Ansor : 26 April 2026












