Menanam Benih-Benih Kebaikan di Bulan Rajab

Mojokerto, NU Online — Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu DIA menciptakan langit dan bumi, diantara empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus. Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa. (Q.S At Taubah : 36)

 

Bulan Rajab tahun ini istimewa karena bertepatan dengan tanggal cantik, 2 Februari 2022. Bulan rajab menjadi penanda bahwa bulan Ramadhan akan segera datang. Bulan Rajab termasuk ke dalam bulan haram artinya bulan yang dimuliakan. Merujuk surat At-Taubah: 36 ada 4 bulan yang termasuk kedalam bulan haram yakni Dzulqa’dah (Selo), Dzulhijjah (Besar), Muharram (Suro), dan Rajab (Rejeb).

 

Kita mengetahui bahwa bulan Rajab ini banyak kemuliaan dan keberkahan.

 

Pertama, berdasarkan Firman Allah SWT dalam surat Al-An’am ayat 160 yang berbunyi; “Siapa yang berbuat amal baik, maka ia akan dibalas 10 kali lipat dari amalnya. Menurut kitab Khazinatul Ulama dijelaskan bahwa pahala kebaikan pada bulan Rajab dijadikan 70 kali lipat, Sya’ban 100 kali lipat dan dalam bulan Ramadhan 1000 kali lipat, pelipatgandaan ini hanya khusus bagi umat Nabi Muhammad SAW.

 

Kedua, Memuliakan bulan Rajab dengan melaksanakan ibadah puasa. Berpuasa di bulan Rajab memiliki banyak manfaat yakni 1) Melatih diri memasuki bulan puasa ramadhan, 2) Mendapatkan berbagai macam pahala dan ganjaran kebaikan.

 

Sayyidah ‘Aisyah r.a menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda “di hari kiamat setiap orang merasakan haus dan lapar kecuali para anbiya’, pengikut anbiya’, dan orang yang berpuasa Rajab, Sya’ban dan Ramadhan. Mereka tidak merasakan haus dan lapar sama sekali” (Durrotun Nasihin hal. 41).

 

Ibnu Abbas meriwayatkan sebuah hadits yang berbunyi “Puasa di awal Rajab dapat menghapus dosa (kafarat) selama tiga tahun. Pada hari kedua menjadi dua tahun, di hari ketiga menjadi setahun, kemudian setiap hari sesudah itu menjadi kafarat selama satu bulan” (HR. Abu Muhammad al-Khalali, dimuat dalam kitab Jami’us Shagir).

 

Bukhari-Muslim meriwayatkan hadits bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda “Bahwasanya di surga ada sebuah begawan Rajab airnya putih melebihi susu, rasanya manis, melebihi madu, siapa puasa sehari dibulan Rajab, pasti Allah memberinya minum dari begawan tersebut”.(Al-Arajiyah)

 

Ketiga, memuliakan bulan Rajab dengan melaksanakan ibadah sholat berjamaah, shalat sunnah, bersedekah dan membaca al-Quran. Persiapan Ramadhan tak hanya terkait puasa akan tetapi dengan ibadah-ibadah lainnya yang harus kontinyu untuk dilaksanakan. Melaksanakan ibadah tersebut juga bisa menjadi awal dari sarana perbaikan cara kita beribadah di tahun sebelumnya. Momen yang pas untuk mengawali perbaikan karena masih di awal tahun. Semoga kita tetap konsisten tak hanya sampai bulan Ramadhan saja, tapi bisa menjadi kebiasaan yang akan terbawa terus hingga kita meninggal.

 

Keempat, Memperbanyak doa. Doa yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW adalah, Allahumma baarik lana fi rojaba wa sya’bana wa ballighnaa romadhona. Artinya “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan panjangkanlah umur kami sampai Bulan Ramadhan”. Doa ini disunnahkan dibaca ketika bulan Rajab.

 

Semoga di bulan Rajab ini menjadi persiapan kita untuk melatih mental dan spiritual untuk menghadapi bulan Sya’ban dan Ramadhan. Semoga kelak kita bisa menjaga dan memanen apa yang sudah kita tanam dari benih kebaikan di Bulan Rajab.Tak hanya berhenti di 3 bulan dan bisa istiqomah konsisten untuk terus menanam kebaikan setiap tahunnya. Amiin selama bulan Rajab dan Sya’ban sebanyak-banyaknya.

 

Kelima, memperbanyak membaca membaca dzikir dan amal shodaqoh dengan ikhlas. Sebuah pesan saat pengajian kitab rutin bersama KH. Masrihan Asy’ari di Masjid Agung Al-Fatah Kota Mojokerto menyampaikan karena bulan Rajab merupakan bulan menanam. Maka kita harus tahu tanaman-tanaman apa yang bisa kita tanam ketika Bulan Rajab. KH. Masrihan Asy’ari menyampaikan bahwa disaat Bulan Rajab kita bisa memperbanyak membaca “Subhanallah Walhamdulillah Walaa ilaaha illallahu wallahu akbar” nantinya akan menjadi berbagai macam tanaman ketika di surga nanti. Diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, “Aku pernah bertemu dengan Ibrahim saat malam isra mi’raj. Kemudian ia berkata, Wahai Muhammad, sampaikan salam dariku untuk umatmu, dan beritahukan kepada mereka bahwa surga debunya harum, airnya segar, dan surga tersebut adalah datar, tanamannya adalah kalimat Subhanallah Walhamdulillah Walaa ilaaha illallahu wallahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar)” (HR. Tirmidzi no 3462 yang termasuk hadits hasan menurut Syaikh Al Albani).

Kontributor : Moch. Taufiq Zulmanarif

Related Posts

NU Online Mojokerto