Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mojokerto menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) IV yang bertempat di Hall Nine Stars PCNU Kab. Mojokerto. Forum tertinggi dalam merumuskan program kerja ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Harian serta seluruh delegasi Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto, Minggu (15/2/2026).
Muskercab IV kali ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan menjadi momentum krusial bagi organisasi untuk melakukan refleksi mendalam dan proyeksi strategis demi kemajuan kader dan masyarakat luas. Dalam pembukaannya, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum. menekankan bahwa dinamika zaman menuntut Ansor untuk tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi juga kuat secara kualitas program. Muskercab ini dirancang sebagai ruang evaluasi atas capaian yang telah diraih serta membedah tantangan yang dihadapi kader di akar rumput.
“Mari kita jadikan momentum Muskercab IV ini untuk bertransformasi. Menjadikan Ansor Mojokerto sebagai organisasi yang dicintai karena manfaattnya, disegani karena dedikasinya, dan diandalkan karena kepekaannya.” Terang Gus Barra.
Antusiasme terlihat dari banyaknya usulan yang masuk dari delegasi PAC. Setiap kecamatan membawa aspirasi lokal yang kemudian diramu menjadi kebijakan kolektif. Hal ini memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil dalam Muskercab IV benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Dalam ruang yang sama, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mojokerto resmi memiliki “darah segar” dalam jajaran penggerak organisasi. Sebanyak 18 kader resmi dikukuhkan setelah berhasil melewati proses Pendidikan Latihan Instruktur yang dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur di SMK Unggulan Al Irfan Pon. Pes Teknologi Al Hidayah Kuterejo Mojokerto.
Dalam prosesi pengukuhan berlangsung cukup khidmat, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto menegaskan bahwa tugas berat telah menanti para instruktur baru ini. Mereka bukan sekadar penyandang gelar, melainkan motor penggerak yang bertanggung jawab melahirkan kader-kader Ansor dan Banser yang militan. “Instruktur adalah jantung organisasi. Dengan pengukuhan 18 kader terbaik ini, kami memastikan bahwa proses kaderisasi di Mojokerto ke depan akan lebih terukur, sistematis, dan berkualitas.” Ujar Gus Barra.
Selain itu, Bidang Organisasi menciptakan standar baru dalam memberikan apresiasi kepada anggotanya. Dalam suasana penuh khidmat dan kebanggaan, ajang bergengsi Ansor Award 2026 memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para kader yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa. Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan nyata organisasi terhadap keringat dan buah pikir para kader yang menjadi mesin penggerak Ansor di Bumi Majapahit.
“Apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih yang mendalam atas dedikasi luar biasa tiga pilar kekuatan kita di Ansor Award 2026. Sahabat penggerak Ibnu Qohar yang tak lelah beraksi, sahabat loyalis M. Ikhwanuddin yang tak goyah mengabdi serta sahabat pengkader Moch. Shofiyuddin yang tak henti mencetak generasi.” Tutup Azmil Mukarrom selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi. (ND).












