Lakukan Turba Ke Ranting Kumitir, MWC NU Jatirejo Sosialisasikan Program Kemandirian Umat

Jatirejo, NU Online Mojokerto – 

Turba Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jatirejo ke ranting NU Kumitir bertempat di Masjid Al Hidayah Dusun Kumitir Desa Kumitir pada Ahad (20/03/2022) pukul 19.30 WIB.

Dihadiri oleh tim 1 yang terdiri dari ketua MWCNU, sekretaris, dan bendahara. Jajaran pengurus tersebut menyosialisasikan tentang waqaf, fasilitas kesehatan, BMT, KARTANU dan LAZISNU.

H. Ahmad Mansur, S.Pd. menjelaskan betapa pentingnya mushola dan masjid yang sudah di wakafkan secara perorangan harus di wakafkan secara organisasi, karena kalau wakaf atas nama perorangan kalau yang mewakafkan meninggal dunia, maka wakafnya sudah berahir, wakafnya sudah tidak berlaku lagi, maka harus mengulang atau daftar wakaf lagi. “Bahayanya kalau wakaf perorangan, masjid atau mushola bisa di ambil alih, atau dimiliki organisasi lain selain NU, oleh karena itu kita harus menjaga aset-aset NU.” Terangnya.

Jajaran pengurus juga menjelaskan tentang fasilitas kesehatan, ada 4 kecamatan yang ditunjuk PCNU yang dipercaya untuk dibuka fasilitas kesehatan. Tetapi Kecamatan Jatirejo yang didahulukan. Persiapan perizinan juga masih dalam proses. Nantinya kalau fasilitas kesehatan sudah jadi, kita tidak perlu jauh-jauh berobat ke rumah sakit Sakinah, karena baik dokter, perawat dan obat-obatannya Semuanya dari rumah sakit Sakinah.

Dan kemudian untuk KARTANU seumur hidup sudah otomatis sudah masuk ke Pengurus Besar NU karena sudah masuk database. Saat ini daftar KARTANU lewat online masih ditangguhkan, karena kalau daftar lewat online kita tidak tahu apakah yang daftar benar orang NU atau penyusup.

Lalu beliau menjelaskan koin nu yang merupakan sayap dari LAZISNU. Banyak sekali manfaat dari LAZISNU, dari menyantuni kaum duafa, bedah rumah, membantu korban bencana alam, dan lain lain. Saingan dari LAZISNU adalah LAZISMU punya Muhamadiyah.

Tak lupa juga menjelaskan tentang BMT yang merupakan tempat menyimpan atau meminjam uang. Bisa dikatakan semacam koperasi tetapi koperasi yang syariah. Semua MWC yang sudah punya BMT harus memindah BMTnya (tabunganya) ke BMTnya sendiri. Semua pengurus ranting nanti akan dibukakan buku rekening di BMT. Kalau mau pinjam uang ke BMT harus lewat/melalui atau harus ada tanda tangan ketua ranting, karena ketua ranting yang bertanggung jawab. BMT merupakan kemandirian dari warga NU. Warga NU harus bisa mandiri.

Setelah jajaran pengurus bersosialisasi ada pula sesi tanya jawab antara pengurus ranting maupun anggota di ranting Kumitir dengan pengurus MWCNU Jatirejo.

Dengan adanya turba ini jajaran pengurus ranting bisa mengatahui di tingkat MWC atau PC ada apa saja, sehingga dapat menularkan wawasan ke masyarakat sekitar. Pengurus MWCNU Jatirejo juga menjadi semakin dekat dengan ranting maupun anak ranting dan bisa koordinasi kegiatan apapun.

Acara turba ditutup dengan do’a oleh ustaz Samsi.

kontributor : Mujiyami – Jatirejo

Related Posts

NU Online Mojokerto