Ini Sumber Mata Air Peninggalan Majapahit di Desa Randubangu

Mojosari, NU Online Mojokerto – Mojosari merupakan sebuah Kecamatan di Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Kecamatan Mojosari ini secara de facto merupakan ibukota dari Kabupaten Mojokerto. Lokasi kecamatan ini berada di kaki Gunung Welirang dan terdapat peninggalan kerajaan Majapahit, mulai dari candi, prasasti, hingga petirtaan. Salah satu yang sampai saat ini masih ada adalah sumber mata air kuno di Desa Randubango.

 

Sumber mata air kuno ini dulunya terdapat tiga sumber mata air, diantara ketiga sumber tersebut ada yang bernama sumber buntung. Pernah ada yang meneliti tentang kandungan PH dari air sumber tersebut dan didapati kandungan PH nya lebih tinggi daripada salah satu perusahaan air minum.

 

Banyak masyarakat setempat yang mempercayai kalau sumber mata air tersebut membawa berkah. Sumber mata air tersebut juga tidak pernah kering meskipun dilanda kemarau panjang.

 

Sekitar 200 meter dibawah sumber buntung terdapat sumber dandang yang airnya tidak kalah jernih dan segar seperti sumber buntung, ketiga sumber ini diyakini telah ada sejak zaman kerajaan Majapahit, diperkirakan dulu daerah tersebut merupakan wilayah kekuasaan Majapahit.

 

Terpantau banyak ditemukan batu bata berukuran besar dengan khas motif lengkungan di sekitar sumber. Masyarakat setempat pun juga memasang tulisan yang bertujuan agar yang datang ke sumber selalu menjaga kelestarian lingkungan di area sumber dan tidak membuang sampah sembarangan.

 

Bapak Suriono salah satu warga Randubango menjelaskan bahwa dulu di daerah sekitar sumber ini banyak ditemukan pecahan keramik dan pecahan tembikar. Sementara tidak jauh dari sumber ini juga terdapat sebuah punden yang disebut sebagai Ki Ageng Gagak Simpat atau Ki Ageng Gagak Serut. Eyang Gagak Simpat tersebut merupakan salah satu penasehat Kerajaan Majapahit.

 

Kontributor : LTN NU Mojosari

Related Posts

NU Online Mojokerto