Gelar Seminar Parenting hingga Lomba Poskestren, PCNU Mojokerto Dorong Pesantren Sehat dan Berdaya

Sooko, NU Online Mojokerto – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto melalui Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) menggelar Seminar Parenting dan Kesehatan serta Penganugerahan Lomba Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di Gedung PCNU Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan Rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan doa yang dipimpin oleh perwakilan LKNU PCNU Mojokerto AKP (Purn) Suhadi, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Ya Lal Wathon.

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, KH Nurhasan, M.Pd., yang hadir mewakili Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, menyampaikan apresiasinya atas sinergi antarlembaga NU dalam menghadirkan program yang berdampak langsung pada jamaah dan pesantren.

Dalam sambutannya, Kiai Nurhasan menitipkan empat poin pesan penting bagi pengurus lembaga dan warga Nahdiyin:

Sinergi Program Kesehatan: Meminta para tenaga medis di LKNU hingga tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) untuk saling bersinergi dan memanfaatkan fasilitas kesehatan NU, termasuk RSI Sakinah.

Jaminan Sosial BPJS: Memastikan pelayanan jaminan kesehatan dan jaminan sosial bagi warga serta pengurus NU dapat terakses dengan baik.

Baca Juga:  Kementrian Pertanian Dorong Ketahanan Pangan di Mojokerto, Libatkan Pondok Pesantren

Edukasi dan Literasi Kesehatan: Mendorong peningkatan literasi kesehatan bagi pengurus LKKNU dan pengasuh/santri di pesantren, termasuk pencegahan stunting.

Mitra Tanggap Bencana dan Layanan Sosial: Mengajak seluruh elemen NU untuk tanggap terhadap potensi bencana alam dan dampak kemarau.

“Sinergi program kesehatan ini sangat penting sekali. Kita sebagai orang NU harus bersama-sama membesarkan rumah sakit NU untuk pelayanan umat,” ujar Kiai Nurhasan.

Sementara itu, Ketua LKNU PCNU Kabupaten Mojokerto yang juga Wakil Bupati Mojokerto, dr. Muhammad Rizal Oktavian, menyampaikan bahwa rangkaian Hari Santri menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa santri tidak hanya dibekali keilmuan agama dan akhlak, melainkan juga harus sehat secara jasmani dan rohani.

dr. Rizal menjelaskan bahwa ajang Lomba Unit Kesehatan Pesantren (UKP)/Poskestren digelar bukan sekadar untuk mencari pemenang, melainkan sebagai langkah pemetaan kebutuhan fasilitas dan tingkat kesiapsiagaan kesehatan santri di lapangan.

“Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa santri tidak hanya dibekali ilmu agama dan akhlak, tetapi juga perlu memiliki kesehatan jasmani dan rohani agar mampu menjadi generasi yang kuat dan bermanfaat bagi umat,” tutur dr.  Rizal.

Ia menambahkan, pihak LKNU juga akan merancang program lanjutan berupa pembukaan saluran konsultasi medis (call center) untuk pesantren serta kolaborasi bersama BPBD dan Pramuka untuk edukasi kebencanaan serta penanaman pohon di pesantren.

“Harapan kami di LKNU, santri-santri ini ke depan menjadi pondasi bangsa. Kami ingin mendampingi tidak hanya kesehatan fisiknya, tetapi juga mentalitas dan karakter santri agar berkembang secara utuh,” pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan piala dan penghargaan Lomba Poskestren, dilanjutkan dengan paparan materi Seminar Parenting oleh Ketua LPBHNU PCNU Mojokerto Fasihatus Sadiyah, M.H., dan materi Kesehatan Reproduksi Wanita oleh dr.  Nila Krisnasari Sp.OG.

Baca Juga:  Peringati Tahun Baru Islam dan HUT RI ke 76, Yayasan Umar Bin Khotob Santuni 319 Anak Yatim

Kontributor: Ahmad Adib