NU Online Mojokerto – PC. Fatayat NU Kabupaten Mojokerto menggelar Latihan Kader Dasar (LKD) III pada Sabtu (11/2) di Aula Wisma PCNU. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan perdana di zona I dari 4 zona. Pada LKD Zona 1 ini diikuti oleh anggota Fatayat dari PAC Sooko, Puri, Trowulan, Bangsal, Mojoanyar dan Dlanggu.
Kegiatan LKD III ini diawali dengan pra acara pembacaan istighosah yg dipimpin langsung oleh Ketum PCFNU sahabat Itha Nur Syamsiyah, S. Hi & Sekum PCFNU Dr. Rahmi Lailatul Mubarokah, M. Pd dilanjutkan Ceremonial Opening.
Tampak hadir pula Ketua PCNU KH Adhim Alwi dan Sekretaris PCNU Gus Taufiq serta para fasilitator dari PWFNU Sahabat Nurul Jauharoh dan Lilik M.
Dalam sambutannya, KH Abd. Adzim Alwi menyampaikan tentang Pemimpin yang handal itu adalah pemimpin yang mampu memberikan kontribusi untuk yang dipimpinnya.
“Dalam memimpin organisasi tidak cukup dengan cara lahiriah tapi juga bathiniyah” terangnya.
Beliau juga menyampaikan pesan KH Abdurrahman Wahid “NU bukan sekedar organisasi namun juga thoriqoh/jalan yg bisa mendekatkan kita menuju sambung pada Allah”
Organisasi disamping ditata secara profesional juga perlu ditata secara digital mengikuti perkembangan zaman.
Kyai Adzim, demikian panggilan akrabnya, menyatakan orang yang cerdas ialah orang yang faham mengikuti perkembangan zaman yang ada disekitarnya.
Namun demikian, Kyai Adzim mengingatkan, walau harus mengikuti perkembangan zaman, tetapi tidak lupa untuk tetap mempertahankan pondasi organisasi NU yaitu “al Muhafadhotu ala Qodimis Sholih wal Akdhu bil Jadidil ashlah”
Usaha bathin dalam berorganisasi di NU yaitu jangan lupa menghadiahi fatikhah untuk para anggota kita sebanyak 7 kali. Filosofi 7 berasal dari kata pitu yaitu pituduh (wejangan), pitulungan (pertolongan) yang tentunya menggapai Ridho Allah
KH Adhim menjelaskan “Fatikhah itu Nur”. Maka jika kita senantiasa menghadiahi anggota kita dengan cahaya ilahi maka Allah akan memberikan petunjuk kepada anggota untuk melangkah bersama-sama
Kontributor : LTN Sooko












