Home / Warta

Sabtu, 24 September 2022 - 12:26 WIB

Buka MUNAS I Jamiyyah Ruqyah Aswaja, KH. Asep Abdul Chalim “JRA Itu Penting”

NU Online Mojokerto – Pengurus Pusat Jamiyyah Ruqyah Aswaja menggelar Musyawarah Nasional pertama di Institute KH. Abdul Chalim Pacet pada hari Jumat (23/09). Acara dihadiri oleh KH. Said Aqil Syiroj (Mantan Ketua PBNU), Dr. Haidar Alwi (Pakar Terorisme Indonesia), KH. Asep Saifuddin Abdul Chalim (Pengasuh PP. Amanatul Ummat), KH. Jazuli (Utusan Gubernur Jawa Timur), Dr. Muhammad al Barra (Wakil Bupati Mojokerto), Gus Abdul Salim (Mantan Ketua LDNU), Gus Abdul Wahab M. Pd.I (Ketua Yayasan JRA), Gus Allama Shidiqi dan praktisi JRA seluruh Indonesia.

Ketua Gus Abdul Wahab M.Pd.I menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya acara Muyawarah Nasional pertama Jamiyyah Ruqyah Aswaja. Ia berharap juga ke depannya, pemerintah membantu JRA yang selama ini sedikit bermasalah dengan urusan administrasi.

Baca Juga:  Semangat LAZISNU Mojosari Santuni Anak Yatim di Desa Leminggir

Gus Abdul Wahab menjelaskan bahwa JRA lahir tahun 2016 kemudian menjadi organisasi berbadan hukum. Dan kemudian diakui sebagai bagian sayap dakwah LDNU. Dalam lima tahun sudah mengembangkan 205 cabang dari berbagai daerah. 18 daerah sudah ter-SK-kan. Dan juga mendirikan cabang di luar negeri. Karenanya, Gus Wahab berharap, ke depan JRA bisa terakui eksistensinya. Gus Wahab berharap pemerintah membantu kelancaran dalam legalitas para praktisi JRA.

Sementara itu, KH. Asep Abdul Chalim menyampaikan kebahagiaannya, atas diselenggarakannya Musyawarah Nasional JRA di IKHAC. JRA itu menjadi penting karena para praktisi doanya mudah dikabulkan Allah. Dan dalam kesempatan itu pula, KH. Asep Abdul Chalim meminta kepada praktisi untuk turut mendoakan Pesantren Amanatul Umat yang dikenal sebagai tanah angker.

Baca Juga:  HUT RI 76, MWCNU Kecamatan Jetis Melalui LAZISNU Santuni 40 Anak Yatim

Selain mendoakan pesantren, KH. Asep Abdul Chalim meminta juga kepada para praktisi untuk mendoakan Ibu Hj. Khofifah Indar Parawansah menjadi pemimpin yang sukses. Sebab selain beliau juga Gubernur, juga wali santri serta orang yang berjasa dalam perkembangan PP. Amanatul Ummah.

Usai memberikan sambutan, KH. Asep Abdul Chalim memberikan cinderamata sebuah buku yang ditulis oleh Fauzan dibawah terbitan PP. Amanatul Ummah kepada para tokoh yang hadir dalam Munas JRA yang berjudul “Napak Tilas Menjelang Satu Abad NU”

Share :

Baca Juga

Warta

PCNU KAB. MOJOKERTO Masa Khidmat 2018-2023, Muhasabah Perjalanan Paruh Waktu

Warta

Insiden Kebakaran Rumah Warga di Komplek Pasar Dinoyo Jatirejo, Muslimat NU Jatirejo Berikan Donasi Kepada Korban

Warta

Upacara Hari Santri Sukses Digelar di MWCNU Puri

Warta

Gelar Halaqoh Aswaja, Pergunu Kab. Mojokerto Hadirkan Wakil Ketua PWNU Jatim

Warta

120 Dai dan Khatib se-Mojokerto Peroleh Materi Islam Wasatiyah dari Rais PBNU

Warta

Semarak Harlah IPNU IPPNU, PAC IPNU IPPNU Kutorejo Gelar Si Palu Sidang Perdana

Warta

Jelang Konfrensi PAC.IPNU-IPPNU Kec.Kemlagi Gelar RAPIM ll

Warta

PC. GP. Ansor Kota Mojokerto Gelar Diklatsar ke-IV